Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Santri Panti Asuhan Muhammadiyah KH. Achmad Dahlan Latih Kepemimpinan Lewat Kepanitiaan Agustusan

Iklan Landscape Smamda
Santri Panti Asuhan Muhammadiyah KH. Achmad Dahlan Latih Kepemimpinan Lewat Kepanitiaan Agustusan
Santri Panti Asuhan Muhammadiyah KH. Achmad Dahlan Latih Jiwa Kepemimpinan Lewat Kepanitiaan Agustusan (Kiyadah/PWMU.CO)
pwmu.co -

Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di lingkungan Panti Asuhan Muhammadiyah KH. Achmad Dahlan Surabaya. Momentum Agustusan kali ini dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran organisasi dan kepemimpinan bagi para santri.

Hal tersebut ditandai dengan pembentukan kepanitiaan lomba Agustusan pada Rabu (5/8/2026). Kepanitiaan didominasi santri dengan pendampingan para pengasuh. Konsep tersebut mengusung semangat “Dari Santri, Oleh Santri, untuk Santri”, sehingga para santri tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga belajar menjadi perencana, pelaksana, sekaligus penanggung jawab kegiatan.

Musyawarah berlangsung dengan antusias. Berbagai gagasan disampaikan untuk menyusun konsep perlombaan yang tidak hanya meriah, tetapi juga edukatif serta mampu mempererat ukhuwah antarsantri.

Dalam musyawarah tersebut, santri dipercaya mengisi berbagai posisi kepanitiaan, mulai dari ketua, dokumentasi dan publikasi, perlengkapan dan dekorasi, acara, konsumsi, hingga keamanan dan kebersihan. Ketua Panitia Pelaksana dipercayakan kepada Galang Satria Utomo.

Galang mengatakan pembentukan panitia menjadi kesempatan bagi para santri untuk belajar mengelola kegiatan secara langsung.

“Kami ingin menunjukkan bahwa santri mampu menjadi motor penggerak sebuah kegiatan. Melalui kepanitiaan ini kami belajar menyusun agenda, membagi tugas, membangun komunikasi, hingga menyelesaikan persoalan yang mungkin muncul saat pelaksanaan nanti. Ini bukan sekadar lomba, tetapi proses belajar menjadi pribadi yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Menurut Galang, setiap seksi memiliki peran yang saling melengkapi. Karena itu, keberhasilan kegiatan tidak ditentukan oleh satu orang, melainkan hasil kerja sama seluruh panitia.

“Kami berharap semua panitia menjalankan amanah dengan sungguh-sungguh. Jika setiap anggota bekerja sesuai tugasnya, insyaallah kegiatan Agustusan akan berjalan tertib, meriah, dan memberikan kesan yang baik bagi seluruh santri,” tambahnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Sementara itu, Pengasuh Panti Asuhan Muhammadiyah KH. Achmad Dahlan, Imam Muttaqin, menegaskan bahwa pembentukan kepanitiaan merupakan bagian dari proses pendidikan karakter yang diterapkan di lingkungan panti. Santri tidak hanya dibekali ilmu agama dan akademik, tetapi juga keterampilan sosial, kepemimpinan, dan kemampuan berorganisasi.

“Kami sengaja memberikan kepercayaan kepada para santri untuk mengelola kegiatan ini. Mereka belajar bagaimana bermusyawarah, menyusun program kerja, mengambil keputusan, mengatur waktu, hingga mempertanggungjawabkan amanah yang diterima. Nilai-nilai seperti inilah yang kelak akan sangat mereka butuhkan ketika hidup bermasyarakat,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata yang melatih karakter dan kemandirian.

“Kami berharap Agustusan tahun ini menjadi laboratorium kepemimpinan bagi para santri. Mereka belajar bekerja dalam tim, menghargai pendapat orang lain, disiplin, dan menanamkan semangat gotong royong. Ketika kegiatan selesai, yang kami harapkan bukan hanya suksesnya acara, tetapi lahirnya pribadi-pribadi santri yang lebih percaya diri, bertanggung jawab, dan siap menjadi kader Muhammadiyah yang bermanfaat bagi umat dan bangsa,” ungkapnya.

Setelah kepanitiaan terbentuk, para santri selanjutnya mempersiapkan rangkaian lomba Agustusan dengan pembagian tugas pada setiap bidang. Para pengasuh tetap memberikan pendampingan selama proses persiapan dan pelaksanaan kegiatan. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 07/08/2026 22:45
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu