Sebanyak 126 siswa kelas II SD Muhammadiyah 3 Ikrom Sidoarjo belajar membatik menggunakan batang pakcoy dalam kegiatan Explore Day di Rumah Budaya Sidoarjo, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Bangun Jiwa dan Raga” dengan judul “Aku Cinta Budaya Indonesia”. Melalui Explore Day, siswa diajak mengenal budaya secara langsung melalui kegiatan di luar kelas.
Pada kegiatan ini, para siswa mendapatkan pengalaman membatik dengan bimbingan langsung Om Gik, seorang pembatik asal Desa Wage, Kecamatan Taman, Sidoarjo. Ia mengenalkan teknik membatik sederhana yang ramah anak dengan menggunakan kain, cat warna, dan potongan batang sawi pakcoy sebagai alat cap motif.
Potongan batang pakcoy memiliki bentuk penampang yang menyerupai kelopak bunga. Bentuk tersebut dimanfaatkan siswa untuk mengecapkan cat ke atas kain sehingga menghasilkan motif berbentuk bunga dengan beragam warna.
Om Gik mengaku senang melihat antusiasme para siswa selama mengikuti proses membatik.
“Mengenalkan batik kepada anak-anak sejak dini tidak harus rumit. Lewat media sederhana seperti batang pakcoy ini, anak-anak bisa belajar bahwa membatik itu mudah, seru, dan menyenangkan. Yang terpenting adalah menumbuhkan rasa bangga dan cinta mereka terhadap budaya kita sendiri,” ujarnya di sela-sela mendampingi siswa.
Salah satu guru pendamping kelas II SD Muhammadiyah 3 Ikrom, Mutiara Islamia atau Mia, mengatakan kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempraktikkan pembelajaran kebudayaan secara langsung.
“Melalui Explore Day ini, anak-anak tidak hanya belajar teori kebudayaan di kelas, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung. Kegiatan membatik dengan batang pakcoy ini melatih motorik halus, kesabaran, serta kreativitas anak. Senang sekali melihat mereka begitu menikmati setiap prosesnya,” ungkap Mia.
Antusiasme juga terlihat dari para peserta didik. Salah satu siswa kelas II, Qonita, mengaku senang dapat mencoba teknik membatik yang baru baginya.
“Seru banget! Aku baru tahu kalau ternyata batang sayur pakcoy bisa dipakai buat mengecap bunga di atas kain. Catnya warna-warni, jadi hasilnya bagus. Aku mau tunjukkan kain batik buatanku ini ke Mama di rumah,” tutur Qonita sambil menunjukkan hasil karyanya.
Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya mengenal batik sebagai salah satu budaya Indonesia, tetapi juga mendapatkan pengalaman membuat motif sederhana melalui media yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments