Puluhan siswa terbaik SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) siap mengharumkan nama sekolah dalam ajang bergengsi Muhammadiyah Education (ME) Award 2026 yang diselenggarakan Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Non-formal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur.
Kontingen Smamita akan bersaing dengan para siswa terbaik sekolah Muhammadiyah se-Jawa Timur dalam ME Award 2026 yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (8/8/2026).
Menjelang keberangkatan, seluruh kontingen mengikuti pembekalan dan motivasi dari Direktur Smamita Edwin Yogi Laayrananta, M.I.Kom., bersama Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Wahyu Bimas Kurniasandi, S.I.Kom., di Ruang Demokrasi Smamita, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momen penting untuk memperkuat kesiapan mental sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri para siswa sebelum menghadapi kompetisi tingkat Jawa Timur.
Berangkat dengan Tekad Menjadi Juara
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Smamita, Wahyu Bimas Kurniasandi, S.I.Kom., menegaskan bahwa seluruh kontingen harus memiliki tujuan dan keyakinan yang sama saat mengikuti perlombaan. Menurutnya, kompetisi bukan sekadar ajang menambah pengalaman, melainkan kesempatan untuk menunjukkan hasil latihan dan membawa pulang prestasi.
“Harapan saya, seluruh kontingen Smamita memiliki persepsi dan keyakinan yang sama. Tidak ada pilihan lain selain berjuang untuk menang,” tegasnya.
Ia meminta para siswa percaya pada kemampuan diri sendiri karena keyakinan menjadi modal utama ketika bertanding.
“Kalau kalian yakin, insyaallah semua yang terjadi besok akan menjadi bagian dari perjuangan untuk menjadi juara dan membawa pulang piala,” ujarnya.
Wahyu juga mengingatkan bahwa sekolah telah memberikan dukungan dan fasilitas terbaik agar para peserta dapat tampil maksimal. Karena itu, setiap siswa diharapkan menghargai proses yang telah dilalui dengan menunjukkan kesungguhan selama perlombaan.
“Kalau hanya sekadar mencoba, mungkin kita hanya mendapatkan pengalaman. Tetapi kalau kita serius dan yakin bisa menang, semuanya harus dimaksimalkan,” katanya.
Selain kesiapan akademik dan teknis, Wahyu menekankan pentingnya doa serta restu orang tua sebagai bagian dari ikhtiar meraih hasil terbaik.
Ia juga menyebut besarnya jumlah kontingen Smamita menjadi bukti komitmen sekolah dalam memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang dan berprestasi.
“Ini kontingen besar dan sangat luar biasa. Sekolah sudah memfasilitasi, guru juga sudah mendukung. Sekarang saatnya kalian berjuang atas semua yang sudah dilakukan,” tuturnya.
Jadikan Kompetisi sebagai Tolok Ukur Kemampuan
Direktur Smamita Edwin Yogi Laayrananta, M.I.Kom., mengapresiasi seluruh siswa dan tim pendamping yang telah mempersiapkan kontingen dalam waktu relatif singkat.
“Alhamdulillah, hari esok akan menjadi aktivitas bagi kita untuk mengikuti event ini. Anak-anak harus memberikan effort yang luar biasa. Terima kasih kepada seluruh tim yang sudah bekerja dalam waktu yang cukup singkat,” ungkapnya.
Edwin menilai keikutsertaan dalam ME Award tidak hanya berorientasi pada perolehan piala, tetapi juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengukur kemampuan mereka di tengah persaingan dengan peserta terbaik dari berbagai sekolah Muhammadiyah di Jawa Timur.
“Bersaing dengan teman sekelas saja terlalu kecil dan sederhana. Kalian harus tahu posisi kalian di mana. Sekarang kalian punya kesempatan untuk mengukur kemampuan dengan siswa-siswa terbaik lainnya,” ujarnya.
Ia berharap seluruh peserta menjaga semangat, fokus, dan kepercayaan diri selama mengikuti rangkaian kompetisi.
“Berikan yang terbaik. Tunjukkan bahwa kalian pantas berada di sini dan jadikan kesempatan ini sebagai bagian dari perjalanan untuk membawa nama baik Smamita,” pesannya.
Dengan bekal persiapan yang matang, dukungan sekolah, guru, orang tua, serta doa seluruh keluarga besar Smamita, kontingen dijadwalkan bertolak menuju UMM pada Sabtu dini hari usai melaksanakan salat Subuh. Mereka optimistis mampu memberikan penampilan terbaik sekaligus mengharumkan nama Smamita di ajang ME Award 2026. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments