Nama Pondok Pesantren Al-Ishlah Sendangagung Paciran Lamongan kembali mengharumkan di kancah nasional. Sejumlah alumni Al-Ishlah hadir dan aktif dalam Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah yang berlangsung (6–8/8/2026) di Surakarta.
Pembukaan muktamar dipusatkan di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta, sementara sidang-sidang digelar di Hotel Syariah Lorin. Muktamar kali ini mengusung tema “Perempuan Muda Berkemajuan untuk Peradaban Berkelanjutan”.
Alumni Al-Ishlah Hadir di Forum Nasional
Kehadiran alumni Al-Ishlah di forum perempuan muda Muhammadiyah ini menjadi bukti eksistensi kader dari Sendangagung di tingkat nasional.
Alumni yang turut hadir antara lain: Tsani Isna Arianti, Vivid Rohmaniyah, Intan Dina Fitri (MA-2010), Yuviana Rohmawati (2017), Nabilani Lova, Emi Rohmawati, Dewi Ummi Nur Faizah, Nur Mauidlotul Masfufah, Atik Nasyiatul Nasifah, Linda Inayah, Devi Hatchery Kusumandari, Ika Zuni Mar’anis, Erni Maftuhah, Anik Latifah, Riana Evin, Mafazah Helna, Ririn mega Setiawati, Anik Latifah, Lilis subiyati, Iftihatur Rofiah.
Mereka tampak kompak mengenakan seragam Nasyiatul Aisyiyah saat menghadiri pembukaan dan rangkaian kegiatan muktamar. Kebersamaan itu menjadi simbol bahwa silaturahmi dan semangat berorganisasi yang ditempa di Al-Ishlah terus terjaga hingga di perantauan.
“Senang dan rame jika satu almamater ketemu di event nasional, meskipun pernah satu pesantren tapi hadir kali ini duta dari berbagai wilayah dan daerah, Banten, Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI dan lainnya,” ujar Yuviana utusan dari Malang.
Tema Muktamar: Bukan Sekadar Slogan
Muktamar ke-15 mengangkat tema Perempuan Muda Berkemajuan untuk Peradaban Berkelanjutan. Tema ini ditegaskan bukan hanya sebagai slogan.
“Tema itu bukan sekadar slogan, melainkan gambaran gerakan yang telah dilakukan kader Nasyiatul Aisyiyah di berbagai daerah,” ujar Vivid Rohmaniyah salah satu peserta PWNA Jawa Timur.
Tema ini juga menjadi panggilan bagi seluruh kader. Kekuatan organisasi tidak lagi diukur dari banyaknya kegiatan seremonial, tetapi dari program nyata yang memberikan dampak di masyarakat.
Diskusi, sidang komisi, hingga penyusunan program kerja ke depan menjadi fokus utama selama 3 hari muktamar di Hotel Syariah Lorin.
Kehadiran alumni Al-Ishlah di Muktamar Nasyiatul Aisyiyah ini menegaskan bahwa pendidikan di Sendangagung berhasil mencetak kader yang tidak hanya kuat secara keilmuan, tetapi juga aktif di ranah sosial dan organisasi. Dari pesantren di pesisir utara Lamongan, kini kader-kadernya duduk bersama, berdiskusi, dan merumuskan arah gerakan perempuan muda Muhammadiyah untuk Indonesia ke depan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments