Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ketua LSBO PWM Jatim Soroti Duel Final Piala Dunia 2026

Iklan Landscape Smamda
Ketua LSBO PWM Jatim Soroti Duel Final Piala Dunia 2026
Ketua LSBO PWM Jatim Soroti Duel Final Piala Dunia 2026. Foto: Sumardani/PWMU.CO
pwmu.co -

Atmosfer Piala Dunia 2026 semakin memanas setelah laga semifinal berakhir pada Kamis (16/7/2026) dini hari. Argentina memastikan langkah ke partai final usai mengalahkan Inggris dengan skor 2-1. Di partai puncak, juara bertahan itu akan menghadapi Spanyol dalam laga yang diprediksi berlangsung sengit.

Ketua Lembaga Seni, Budaya, dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Wigatiningsih, menilai final kali ini akan menjadi salah satu pertandingan paling menarik dalam sejarah Piala Dunia.

“Ini menjadi momen yang sangat istimewa. Baru kali ini sepanjang sejarah, juara Euro bertemu juara Copa América di final Piala Dunia,” ujarnya kepada kontributor PWMU.CO.

Menurutnya, pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB tersebut mempertemukan dua tim yang sama-sama memiliki mental juara.

Argentina, kata Wigatiningsih, harus melalui perjuangan berat untuk mempertahankan statusnya sebagai juara bertahan Piala Dunia 2022.

“Mempertahankan gelar selalu lebih sulit daripada merebutnya. Argentina mampu membuktikan kualitasnya meski tampil dengan beban sebagai juara bertahan,” katanya.

Di sisi lain, Spanyol juga menunjukkan performa impresif dengan menyingkirkan Prancis 2-0 pada babak semifinal.

“Itu pencapaian yang luar biasa. Spanyol tampil sangat meyakinkan dan layak melaju ke final,” tambahnya.

Wigatiningsih menilai duel final nanti juga akan menghadirkan pertarungan dua generasi, yakni pemain muda Spanyol, Lamine Yamal, dan kapten Argentina, Lionel Messi.

SMPM 5 Pucang SBY

“Lamine Yamal tampil penuh energi dan bermain layaknya pemain senior. Di sisi lain ada Lionel Messi yang, meski usianya sudah 39 tahun, masih mampu menunjukkan kualitas luar biasa,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, Spanyol mengandalkan permainan khas Eropa dengan umpan-umpan pendek, penguasaan bola, dan kesabaran dalam membangun serangan. Sementara Argentina dikenal memiliki pertahanan yang solid serta serangan balik yang cepat dan efektif.

Menurutnya, apabila Spanyol mampu mendominasi penguasaan bola, Argentina akan dipaksa bekerja lebih keras sepanjang pertandingan. Sebaliknya, jika Argentina berhasil bertahan dengan disiplin dan memaksimalkan peran Messi dalam membangun serangan, peluang mempertahankan gelar akan semakin terbuka.

“Final nanti akan menjadi duel antara permainan tiki-taka dan mental juara. Siapa yang mampu menjalankan strateginya dengan lebih baik, dialah yang berpeluang mengangkat trofi Piala Dunia,” ujarnya.

Menutup keterangannya, Wigatiningsih mengajak para pencinta sepak bola menikmati pertandingan dengan menjunjung tinggi sportivitas.

“Siapkan fisik, secangkir kopi, dan jersey tim favoritmu. Final ini bukan sekadar pertandingan sepak bola, tetapi juga menyajikan pelajaran tentang kerja sama, keuletan, kesabaran, keberanian, sportivitas, mental juara, hingga religiusitas,” pungkasnya. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 16/07/2026 12:51
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu