Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tiga Anggota Surabaya Academia Forum Raih Beasiswa S2 ke Rusia dan India

Iklan Landscape Smamda
Tiga Anggota Surabaya Academia Forum Raih Beasiswa S2 ke Rusia dan India
Salma Nadia Salsabilla, Ekita Rusdiyanti dan Rahayu Roisiyah. Foto: Umsura
pwmu.co -

Tiga anggota Surabaya Academia Forum (SAF) berhasil meraih beasiswa magister (S2) di luar negeri. Capaian tersebut disyukuri dalam acara Syukuran Kelulusan dan Keberangkatan Anggota SAF bertema Ekspansi Intelektual Menebar Keberkahan di Depot Bu Rudy, Jalan Dharmahusada, Surabaya, Rabu (15/7/2026) malam.

Tiga penerima beasiswa itu ialah Salma Nadia Salsabilla yang memperoleh Russian Government Scholarship, Ekita Rusdiyanti penerima Indian Council for Cultural Relations (ICCR) Scholarship, serta Riska Rahayu Roisiyah yang juga berhasil meraih Russian Government Scholarship. Prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi keluarga besar SAF sekaligus menegaskan komitmennya dalam mencetak kader berdaya saing global.

Acara syukuran dihadiri Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) Prof. Dr. Mundakir S.Kep, Ns, M.Kep, FISQua, Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Dr. Suli Da’im, MM, Wakil Rektor Umsura Dr. Radius Setiyawan, MA, serta jajaran dekan dan dosen di lingkungan Umsura.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Prof. Dr. dr. Sukadiono turut menyampaikan sambutan secara daring melalui Zoom. Ia memberikan apresiasi atas keberhasilan para penerima beasiswa dan berharap mereka dapat menjadi duta akademik Indonesia yang membawa manfaat bagi masyarakat setelah menyelesaikan studi di luar negeri.

Ketua SAF, Satria Unggul Wicaksana Prakasa, SH, MH, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas capaian para anggota tersebut.

Menurutnya, keberhasilan meraih beasiswa luar negeri merupakan bukti bahwa kader SAF mampu berkompetisi secara global.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga. Ini adalah pencapaian luar biasa yang menunjukkan bahwa kader-kader SAF memiliki kualitas untuk bersaing di tingkat global,” ujarnya.

Satria menegaskan SAF tidak hanya ingin melahirkan lulusan yang berprestasi secara akademik, tetapi juga kader yang memiliki visi besar dan berani menembus batas.

SMPM 5 Pucang SBY

Dia menyebut konsep yang terus didorong adalah melahirkan kader yang ekspansif, yakni kader yang tidak berhenti berkarya di lingkungan sendiri, melainkan mampu memberikan kontribusi pada level nasional hingga internasional.

“Kami ingin kader SAF berpikir lebih luas. Jangan hanya bercita-cita mengajar di luar Universitas Muhammadiyah Surabaya, tetapi mengajar di luar negeri. Bahkan kalau mampu, mendirikan kampus sendiri,” tegasnya.

Menurut Satria, ekspansi intelektual merupakan bagian dari ikhtiar membangun peradaban. Ilmu yang diperoleh di berbagai negara diharapkan tidak berhenti menjadi prestasi pribadi, tetapi kembali dibawa pulang untuk memperkuat kualitas pendidikan dan melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Tema “Ekspansi Intelektual Menebar Keberkahan”, lanjutnya, menggambarkan semangat SAF dalam mencetak generasi pembelajar yang memiliki daya saing global sekaligus tetap berakar pada nilai-nilai kebermanfaatan.

“Kami berharap para penerima beasiswa dapat memanfaatkan kesempatan belajar di luar negeri sebaik-baiknya, memperluas jejaring internasional, memperkaya wawasan keilmuan, serta membawa nama baik Indonesia,” tutur dia.

Keberangkatan tiga anggota SAF ini sekaligus menambah daftar kader muda yang berhasil menembus perguruan tinggi luar negeri melalui jalur beasiswa. Capaian tersebut diharapkan menjadi pemantik semangat bagi anggota SAF lainnya untuk terus meningkatkan kualitas diri, menguasai bahasa asing, memperkuat kompetensi akademik, serta berani mengambil peluang studi di berbagai negara. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 15/07/2026 22:56
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu