Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Quiz Quest hingga Kostum, Spemdalas Raih Tiga Penghargaan di UM Camp

Iklan Landscape Smamda
Quiz Quest hingga Kostum, Spemdalas Raih Tiga Penghargaan di UM Camp
Spemdalas meraih tiga penghargaan ICP UM Camp Season 2 melalui Quiz Quest dan Night Performance penuh kreativitas siswa (Dina Hanif Mufidah/PWMU.CO)
pwmu.co -

Siswa International Class Program (ICP) SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik (Spemdalas) meraih tiga penghargaan dalam ICP UM Camp Season 2 yang digelar Cambridge Centre ID 101 Universitas Negeri Malang (UM) di Purnama Hotel Batu, Malang, Jumat-Ahad (2-4/10/2026).

Tiga penghargaan tersebut terdiri atas juara pertama Quiz Quest oleh Tim 1, juara ketiga Quiz Quest oleh Tim 8, serta Best Costume and Styling dalam Night Performance.

Capaian di dua kategori tersebut diperoleh melalui rangkaian kompetisi akademik dan pertunjukan seni yang menuntut siswa bekerja sama, mengambil keputusan, serta beradaptasi dengan situasi selama kegiatan berlangsung.

Adu Strategi di Quiz Quest

Dalam kompetisi Quiz Quest, Tim 1 yang beranggotakan Muhammad Fahmi Aubrey, Malaika Aisha, dan Athaya Fakhira Ardiansyah berhasil meraih juara pertama.

Sementara itu, Tim 8 yang terdiri atas Armand Zayan Arif, Aisharla Saferina Rizky, dan Kiara Nathania Satriady meraih juara ketiga.

Kiara Nathania Satriady, siswa kelas VII ICP, mengatakan salah satu tantangan yang dihadapi timnya muncul ketika mereka mendapat soal dengan tingkat kesulitan tinggi. Perbedaan pendapat dalam menentukan jawaban membuat anggota tim harus berdiskusi sebelum mengambil keputusan.

“Ketika mendapatkan soal yang sulit, kami berdiskusi bersama dan memilih jawaban yang paling logis. Kami sempat hampir menyerah di semifinal, tetapi tetap berusaha hingga akhirnya berhasil masuk final dan meraih juara tiga,” tuturnya.

Kiara menjelaskan, timnya terlebih dahulu mendiskusikan jawaban ketika masih terdapat keraguan. Setelah seluruh anggota yakin dengan jawaban yang dipilih, mereka segera mengangkat tangan untuk menjawab.

Bagi Kiara, keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan guru, teman, dan keluarga. Ketika nama timnya diumumkan sebagai pemenang, orang tua menjadi sosok pertama yang terlintas dalam pikirannya.

“Aku langsung teringat orang tua di rumah karena mereka selalu mendoakan dan percaya bahwa aku pasti bisa menang,” ungkapnya.

Angkat Pesan Lingkungan di Atas Panggung

Selain kompetisi akademik, Spemdalas membawa konsep kepedulian terhadap lingkungan dan kemanusiaan dalam Night Performance. Penampilan tersebut berada di bawah arahan Amalia Syavira, S.Pd., guru Bahasa Mandarin Spemdalas sekaligus pelatih Night Performance.

Pertunjukan diawali dengan penampilan Burung Cenderawasih yang menggambarkan keindahan alam Papua sekaligus membawa pesan Save Cenderawasih. Setelah itu, para penampil yang menggambarkan pemuda-pemudi Papua tampil diiringi lagu Wavin’ Flag dengan membawa bendera berbagai negara, termasuk Indonesia dan Palestina.

Alur pertunjukan kemudian berubah ketika sirene berbunyi. Suara tersebut menggambarkan bencana kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. Para penari menampilkan kondisi masyarakat yang berjuang bertahan di tengah kepungan asap.

Pada bagian akhir, seluruh penari kembali ke panggung sambil membawa bibit pohon. Mereka kemudian menyampaikan pesan dalam bahasa Inggris:

“From Papua to Kalimantan, the world depends on us. Save our forest, save our future, save Papua, save Kalimantan.”

SMPM 5 Pucang SBY

Amalia menjelaskan, kostum dan styling disiapkan untuk memperkuat karakter setiap bagian pertunjukan. Penari yang memerankan tokoh Papua dan Kalimantan menggunakan riasan serta atribut yang disesuaikan dengan konsep pertunjukan.

Sementara itu, pemeran Burung Cenderawasih mengenakan kostum bersayap dan hiasan kepala berbentuk burung. Para pembawa bendera juga menggunakan tampilan yang disesuaikan dengan konsep keseluruhan pertunjukan.

Persiapan dilakukan melalui latihan intensif setiap hari di sela-sela jam istirahat sekolah. Pengulangan gerakan, ketepatan tempo, hingga perpindahan antarbabak menjadi bagian yang diperhatikan untuk membangun kekompakan siswa.

Properti Tertinggal, Koreografi Diubah

Di balik persiapan tersebut, tim menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya ketika mereka harus mencari kostum Burung Cenderawasih lengkap dengan sayap dan hiasan kepala. Penari Papua juga membutuhkan riasan wajah serta properti tongkat khusus.

Tantangan lain muncul pada hari pertunjukan. Properti tongkat untuk penari Papua ternyata tertinggal di sekolah. Kondisi tersebut membuat tim harus segera mencari solusi sebelum tampil.

Pelatih dan siswa kemudian melakukan penyesuaian koreografi melalui gladi singkat tanpa menggunakan tongkat tersebut. Perubahan dilakukan agar ketidakhadiran properti tidak mengganggu alur penampilan.

Amalia mengatakan, kemampuan siswa beradaptasi menjadi bagian penting dalam menghadapi situasi tersebut. Ia juga mengaku tidak menyangka penampilan timnya mampu meraih penghargaan karena peserta lain juga menampilkan konsep dan kostum yang menarik.

“Penghargaan Best Costume and Styling ini terasa sangat emosional dan membanggakan. Mengingat banyaknya peserta lain yang tampil sangat hebat, gelar ini benar-benar di luar ekspektasi awal,” ungkapnya.

“Alhamdulillah, latihan kita tidak sia-sia. Segala dinamika yang dihadapi akhirnya terbayar tuntas,” tambahnya.

Belajar Mandiri dan Beradaptasi

Koordinator ICP Spemdalas, Khotimatul Khusnah, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas capaian siswa dalam ICP UM Camp Season 2. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari persiapan, kerja sama siswa, serta dukungan guru selama proses latihan dan kompetisi.

Namun, ia menilai capaian yang penting bukan hanya penghargaan yang dibawa pulang siswa. Kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman bagi mereka untuk mengembangkan kemampuan di luar pembelajaran kelas.

“Yang paling terlihat dari kegiatan ini adalah perkembangan kemandirian, kepercayaan diri, dan kemampuan bekerja sama. Siswa juga belajar beradaptasi dan berinteraksi dengan peserta dari sekolah lain,” tuturnya.

Khotimatul berharap pengalaman tersebut menjadi bekal bagi siswa ICP Spemdalas untuk terus mengembangkan potensi, memperluas wawasan, dan berani menghadapi tantangan baru. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 06/10/2026 07:07
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu