Guru SD Muhammadiyah Komplek Gresik (SD Mugres) Kampus A tidak hanya mempelajari konsep Lesson Study, tetapi langsung mempraktikkannya dengan menyusun rancangan pembelajaran dalam kelompok mata pelajaran.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam Workshop Lesson Study di Aula Sang Surya SD Mugres Kampus A, Senin (5/10/2026). Workshop menghadirkan dua narasumber dari Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), Ulfatul Ma’rifah, M.Pd. dan Natharia Wahyu Ning Subayani, Ph.D.
Dalam workshop, para guru mempelajari Lesson Study sebagai pendekatan kolaboratif untuk merancang, melaksanakan, mengamati, dan merefleksikan pembelajaran. Perhatian dalam proses tersebut tidak hanya diarahkan pada cara guru mengajar, tetapi juga pada aktivitas dan respons peserta didik selama pembelajaran.
Belajar melalui Plan, Do, dan See
Para guru diperkenalkan dengan tiga tahapan utama Lesson Study, yakni Plan, Do, dan See.
Tahap Plan merupakan proses menyusun rancangan pembelajaran secara bersama-sama. Guru menentukan tujuan pembelajaran, menyusun langkah kegiatan, serta mempersiapkan strategi yang dapat membantu peserta didik mencapai tujuan tersebut.
Selanjutnya, tahap Do dilakukan melalui pelaksanaan pembelajaran atau open class. Salah seorang guru menjalankan rancangan yang telah disusun, sedangkan guru lainnya mengamati proses belajar peserta didik.
Observasi tersebut tidak hanya memperhatikan penampilan guru. Guru pengamat juga melihat aktivitas, respons, keterlibatan, serta pengalaman peserta didik selama pembelajaran berlangsung.
Tahap terakhir, See, digunakan untuk melakukan refleksi bersama. Guru mendiskusikan hasil pengamatan untuk mengidentifikasi bagian pembelajaran yang perlu dipertahankan maupun diperbaiki.
Guru Susun Modul Berdasarkan Mata Pelajaran
Setelah mendapatkan pemaparan materi, seluruh guru SD Mugres Kampus A mengikuti sesi praktik. Mereka dibagi dalam kelompok berdasarkan mata pelajaran untuk menyusun modul pembelajaran mendalam berbasis Lesson Study.
Kelompok tersebut terdiri atas mata pelajaran IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Matematika, ISMUBA, Bahasa Inggris, PJOK, dan KKA.
Dalam kelompok masing-masing, guru berdiskusi dan bertukar gagasan untuk menyusun rancangan pembelajaran. Mereka juga memikirkan aktivitas yang dapat melibatkan peserta didik selama proses belajar.
Setelah rancangan selesai, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Narasumber kemudian memberikan masukan terhadap rancangan tersebut sebelum digunakan dalam proses pembelajaran.
Kegiatan tersebut membuat guru tidak hanya memahami tahapan Lesson Study secara teori, tetapi juga mencoba menerapkannya dalam penyusunan pembelajaran sesuai karakteristik mata pelajaran yang diampu.
Kepala SD Mugres Kampus A, Eka Meita Sari, S.Pd., M.Pd., mengatakan guru perlu terus belajar dan memperbarui praktik pembelajaran.
“Guru tidak boleh berhenti belajar. Melalui workshop Lesson Study ini, kami berharap seluruh guru tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mempraktikkannya secara nyata. Kolaborasi dan refleksi menjadi bagian penting agar pembelajaran di kelas semakin berkualitas dan memberikan pengalaman belajar terbaik bagi peserta didik,” ujar Meita.
Menurutnya, budaya belajar perlu dibangun tidak hanya bagi peserta didik, tetapi juga bagi para pendidik. Guru perlu terbuka terhadap evaluasi dan masukan dalam mengembangkan pembelajaran.
Salah satu guru SD Mugres, Izzati Imaniar, S.Pd., mengatakan workshop tersebut memberikan cara pandang baru terhadap proses pembelajaran.
“Workshop ini membuat kami menyadari bahwa pembelajaran bukan hanya tentang bagaimana guru menyampaikan materi, tetapi juga bagaimana peserta didik benar-benar terlibat dan mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna. Dengan Lesson Study, kami bisa saling belajar bersama, memberikan masukan, dan memperbaiki rancangan pembelajaran sebelum diimplementasikan di kelas,” ungkap Niar. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments