Kajian pagi SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) pada Selasa (6/10/2026) mengajak guru dan karyawan untuk memperkuat kedekatan kepada Allah melalui zikir dan doa.
Kajian yang disampaikan Ustaz Khoirul Anwar, S.Ag., mengangkat hadis Rasulullah SAW tentang keutamaan zikir yang diriwayatkan dari Juwairiyah binti Al-Harits RA dan tercantum dalam Shahih Muslim.
Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW bersabda:
“Sungguh aku telah membaca empat kalimat sepeninggalmu, yang apabila ditimbang niscaya akan lebih berat dari apa yang engkau baca semenjak tadi pagi.”
Empat kalimat yang dimaksud adalah:
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَاء نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ
Ustaz Anwar menjelaskan, hadis tersebut menunjukkan keutamaan bacaan tasbih yang tidak hanya mengandung pujian kepada Allah, tetapi juga menggambarkan keluasan makna zikir.
“Hadis ini mengajarkan kita bagaimana mendekatkan diri kepada Allah melalui zikir. Kalimatnya singkat, tetapi memiliki makna dan keutamaan yang besar,” ujarnya.
Menurutnya, zikir seharusnya tidak berhenti sebagai bacaan lisan. Apa yang dipelajari melalui hadis dan doa perlu diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengajak warga Smamita menjadikan zikir sebagai bagian dari kebiasaan untuk membangun ketenangan dan energi positif dalam menjalani aktivitas.
“Apa yang kita pelajari dari hadis, zikir, dan doa, hendaknya kita amalkan. Jangan hanya dipahami, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan,” tuturnya.
Hadis Juwairiyah RA juga memberikan gambaran tentang luasnya nilai sebuah zikir. Rasulullah SAW menyebut zikir tersebut dengan perbandingan jumlah makhluk Allah, keridaan-Nya, berat Arsy, dan tinta kalimat-Nya.
Pesan tersebut menunjukkan bahwa kualitas dan makna zikir tidak selalu diukur dari panjangnya bacaan. Kalimat yang ringkas dapat memiliki keutamaan besar ketika diucapkan dengan kesadaran, keikhlasan, dan penghayatan.
Melalui kajian pagi ini, Ustaz Anwar mengajak guru dan karyawan Smamita untuk membangun kebiasaan mendekat kepada Allah dalam setiap aktivitas. Zikir menjadi salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan kapan saja sekaligus menjadi pengingat agar setiap aktivitas tetap berada dalam nilai-nilai spiritual.
Dengan demikian, kajian pagi tidak sekadar menjadi rutinitas sebelum memulai kegiatan belajar. Lebih dari itu, kajian menjadi ruang untuk menguatkan iman, memperbaiki kebiasaan, dan membawa nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments