Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memperluas jejaring akademik internasional ke Taiwan. Melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Ming Chi University of Technology (MCUT), UMY membuka peluang kolaborasi dalam pendidikan, penelitian, mobilitas mahasiswa, hingga pengabdian kepada masyarakat.
MoA tersebut ditandatangani Prof. Dr. Phil. Ridho Al-Hamdi, M.A., Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIPOL) UMY, sebagai perwakilan UMY, dan Chen, Jau-Rong dari MCUT. Pertemuan kedua perguruan tinggi juga membahas sejumlah peluang pengembangan program bersama.
Direktur Direktorat Kemitraan Global dan Mobility UMY Prof. Rizal Yaya, S.E., M.Sc., Ph.D., Ak., CA., CRP., mengatakan kerja sama dengan MCUT menjadi bagian dari upaya UMY memperluas pengalaman internasional bagi mahasiswa dan dosen.
Menurutnya, UMY sebelumnya telah membangun kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi di Taiwan. Bentuknya beragam, mulai dari pertukaran mahasiswa, double degree, penelitian bersama, hingga community service.
“Universitas kami sangat senang berkolaborasi dengan partner-partner kami di Taiwan,” ujar Prof. Rizal, Selasa (6/10/2026).
Pengalaman tersebut, lanjutnya, menjadi modal bagi UMY untuk mengembangkan kerja sama dengan mitra baru, termasuk MCUT. Kolaborasi tidak hanya diarahkan pada kegiatan akademik, tetapi juga pada penelitian dan pengabdian yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Peluang Community Service hingga Riset Bersama
Prof. Rizal menjelaskan, UMY memiliki pengalaman menjalankan program community service yang melibatkan mahasiswa dan mitra internasional.
Program tersebut memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dalam lingkungan lintas negara sekaligus terlibat dalam kegiatan yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Selain itu, berbagai program pembelajaran internasional yang telah dikembangkan UMY membuka ruang bagi kolaborasi lintas disiplin dengan MCUT. Kerja sama tersebut dapat diarahkan pada mobilitas mahasiswa dan dosen, penelitian bersama, serta pengembangan program akademik.
Dengan pengalaman membangun jejaring di Taiwan, UMY kini memiliki peluang memperluas cakupan kerja sama melalui MCUT.
Dari pihak MCUT, Associate Professor Chen, Jau-Rong menyampaikan apresiasi atas kesempatan untuk berkunjung dan membangun hubungan kerja sama dengan UMY.
Ia mengatakan MCUT memiliki perhatian pada pendidikan, penelitian, inovasi sosial, serta University Social Responsibility (USR). Melalui USR, perguruan tinggi didorong tidak berhenti pada kegiatan akademik, tetapi turut menghasilkan kontribusi nyata berdasarkan kebutuhan masyarakat.
“Kami juga menekankan pendidikan, pembelajaran, dan penelitian. Kami memiliki pusat penelitian dan, seperti UMY, memiliki reputasi yang sangat baik dalam pelayanan dan inovasi sosial, terutama dalam tanggung jawab sosial,” jelasnya.
Pengalaman MCUT dalam mengembangkan proyek USR dinilai dapat menjadi salah satu ruang kolaborasi dengan UMY. Program tersebut dapat dikembangkan dengan mengangkat isu budaya, masyarakat, dan kebutuhan lokal.
Tertarik Mengembangkan USR di Yogyakarta
Yogyakarta menjadi salah satu hal yang menarik perhatian Chen, Jau-Rong. Menurutnya, kota ini memiliki kekayaan sejarah dan budaya sekaligus berkembang sebagai lingkungan pendidikan dan teknologi.
Karakter tersebut dinilai relevan dengan pengembangan proyek USR yang selama ini dilakukan MCUT.
“Kami ingin memiliki lebih banyak kesempatan untuk bergabung dengan UMY,” ungkapnya.
Ia berharap hubungan kedua perguruan tinggi tidak berhenti pada penandatanganan MoA. Interaksi antara sivitas akademika dan masyarakat diharapkan dapat melahirkan program yang lebih konkret.
Bagi MCUT, hubungan antarinstitusi akan menjadi lebih bermakna ketika diwujudkan melalui kerja sama dan interaksi langsung.
Penandatanganan MoA UMY dan MCUT menjadi pintu awal bagi pengembangan kerja sama yang lebih luas. Mobilitas mahasiswa, penelitian bersama, program akademik, pengabdian kepada masyarakat, dan inovasi sosial menjadi sejumlah bidang yang terbuka untuk dikembangkan.
Kerja sama ini sekaligus memperkuat langkah UMY dalam membangun jejaring pendidikan tinggi internasional. Bagi mahasiswa, kolaborasi tersebut dapat membuka lebih banyak pengalaman belajar lintas negara. Bagi kedua institusi, kerja sama ini dapat menjadi ruang berbagi pengetahuan dan mengembangkan inovasi yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Hubungan UMY dan MCUT pun tidak sekadar mempertemukan dua perguruan tinggi dari Indonesia dan Taiwan. Lebih jauh, kerja sama ini membuka kemungkinan mempertemukan pendidikan, teknologi, penelitian, dan pengabdian dalam satu ruang kolaborasi. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments