Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

FGM Mojokerto Pacu Sekolah Vokasi Lebih Responsif terhadap Kebutuhan Dunia Kerja

Iklan Landscape Smamda
FGM Mojokerto Pacu Sekolah Vokasi Lebih Responsif terhadap Kebutuhan Dunia Kerja
FGM Mojokerto Pacu Sekolah Vokasi Lebih Responsif terhadap Kebutuhan Dunia Kerja. (Diah Kusumaningrum/PWMU.CO)
pwmu.co -

Forum Guru Muhammadiyah Kabupaten Mojokerto tidak main-main. Selasa (6/10/2026) siang, mereka menggelar Upgrading Mutu Sesi 2 dengan tema yang langsung menusuk: optimalisasi penyaluran dan sertifikasi kompetensi peserta didik berbasis kebutuhan dunia kerja.

Rundown kegiatan jelas dan padat. Mulai registrasi pukul 12.30, pembukaan dengan bacaan al-Quran, Indonesia Raya, dan Mars Sang Surya.

Dilanjutkan dengan Welcome Speech dari Ketua Forum Guru Muhammadiyah Kabupaten Mojokerto, Ednan Rudianto, S.H., M.Kn. (yang juga Kepala SMK Muhammadiyah 3 Mutia Ngoro).

Dua keynote speech menjadi jantung acara. Pertama, Pinky Hidayati, S.Psi., M.Psi., Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten & Kota Mojokerto, menyampaikan materi “Sinergi Kebijakan Cabang Dinas dan Penguatan Tata Kelola untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan Vokasi di Daerah” (13.25–14.10).

Ia menekankan pentingnya kolaborasi nyata antara cabang dinas dan sekolah agar pendidikan vokasi tidak jalan di tempat.

Disusul Adrianus Patiung, S.E., M.M., Ketua Tim Kerja Peserta Didik Direktorat SMK, yang membongkar “Optimalisasi Penyaluran dan Sertifikasi Kompetensi Peserta Didik Berbasis Kebijakan Terbaru Direktorat” (14.20–15.05).

Materi ini langsung menjawab keresahan banyak guru: bagaimana agar lulusan SMK Muhammadiyah benar-benar terserap dunia kerja, bukan hanya sekadar punya ijazah.

Sesi tanya-jawab dibuka dua kali. Doa penutup dan foto bersama menutup rangkaian kegiatan.

SMPM 5 Pucang SBY

Pesan yang disampaikan tajam. Ednan Rudianto sebagai ketua forum membuka dengan tegas: guru Muhammadiyah harus berhenti nyaman di zona aman.

Dunia kerja sudah berubah. Sertifikasi kompetensi, penyaluran lulusan, dan tata kelola sekolah vokasi harus berbasis data dan kebijakan terbaru, bukan sekadar rutinitas tahunan.

Pinky Hidayati menegaskan peran cabang dinas sebagai mitra strategis, bukan sekadar pengawas. Sementara Adrianus Patiung dari Direktorat SMK memberikan peta jalan konkret: kebijakan terbaru menuntut sekolah lebih agresif menjalin kemitraan industri, memperkuat sertifikasi yang diakui dunia kerja, dan memastikan penyaluran lulusan terukur.

Kegiatan ini menjadi alarm bagi seluruh guru Muhammadiyah di Mojokerto. Jika Forum Guru hanya menjadi ajang silaturahim tanpa menghasilkan perubahan nyata di sekolah, maka lulusan akan terus kalah bersaing.

Upgrading Mutu ini membuktikan satu hal: Muhammadiyah di Mojokerto sedang memaksa dirinya untuk bergerak lebih cepat, lebih relevan, dan lebih berorientasi pada dunia kerja.

Tanpa itu, jargon “Islam Berkemajuan” di ruang kelas hanya akan menjadi omong kosong.(*)

Revisi Oleh:
  • Zahrah Khairani Karim - 07/10/2026 08:39
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu