Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Prof Uril Bahruddin: Dakwah Harus Melahirkan Gerakan dan Perubahan

Iklan Landscape Smamda
Prof Uril Bahruddin: Dakwah Harus Melahirkan Gerakan dan Perubahan
Prof. Dr. H. Uril Bahruddin, M.A. kupas materi Dakwah Bil Hal dalam Kajian Rutin Ahad pagi PDM Kota Probolinggo. Dok: Siti Umaimah, M.Pd.

Dakwah tidak cukup hanya disampaikan melalui lisan. Dakwah yang berhasil harus mampu melahirkan gerakan nyata dan perubahan dalam kehidupan. Hal itu disampaikan Prof. Dr. H. Uril Bahruddin, M.A. dalam Kajian Rutin Ahad Pagi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Probolinggo, Ahad (4/10/2026).

Prof. Uril mengawali kajian dengan mengingatkan pentingnya peran Majelis Tabligh dalam menyampaikan dakwah Islam sebagai rahmatan lil alamin. Dakwah harus hadir untuk memberikan manfaat dan membawa kebaikan bagi kehidupan manusia.

Menurutnya, secara sederhana dakwah berarti menyeru atau mengajak kepada kebaikan. Namun, dalam pelaksanaannya, dakwah membutuhkan cara yang tepat.

“Dakwah itu harus dilakukan dengan hikmah. Artinya, kita mampu meletakkan sesuatu pada tempatnya,” jelasnya.

Ia mencontohkan dakwah bil hikmah dapat dilakukan melalui berbagai bidang dan ruang kehidupan, seperti pendidikan, dakwah di tingkat ranting, panti asuhan, maupun melalui mauidhah hasanah.

Prof. Uril menekankan bahwa keberhasilan dakwah tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan yang dilakukan. Dakwah harus menghasilkan transformasi atau perubahan, baik dalam diri seseorang maupun dalam kehidupan masyarakat.

Menurutnya, gerakan dakwah harus memiliki arah yang jelas sehingga mampu melahirkan perubahan dalam berbagai aspek kehidupan.

Perubahan tersebut, antara lain, didorong oleh dua hal. Pertama, sebagai wujud mensyukuri nikmat Allah SWT. Kedua, karena manusia senantiasa ingin menjadi pribadi yang lebih baik.

SMPM 5 Pucang SBY

Dalam konteks tersebut, ia mengajak jamaah untuk bersyukur karena telah bergabung dalam majelis ilmu. Kehadiran dalam majelis ilmu merupakan bagian dari ikhtiar untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan meningkatkan kualitas kehidupan.

Prof. Uril juga mengingatkan bahwa Allah merupakan pelindung orang-orang yang beriman. Ia mengaitkannya dengan firman Allah dalam QS ar-Ra’d ayat 11 tentang perubahan keadaan suatu kaum yang berkaitan dengan perubahan yang dilakukan dalam diri mereka.

Di bagian lain, Prof. Uril mengingatkan bahwa dakwah saat ini berlangsung dalam situasi yang berbeda dibandingkan masa sebelumnya. Era digital telah mengubah cara manusia memperoleh dan menyampaikan informasi.

Karena itu, gerakan dakwah perlu mampu memanfaatkan perkembangan teknologi dan media digital secara bijak. Dakwah tidak boleh kehilangan substansi, tetapi cara penyampaiannya perlu menyesuaikan perkembangan zaman.

Menurut Prof. Uril, dakwah di era digital membutuhkan kreativitas sekaligus kebijaksanaan agar pesan Islam dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan tetap membawa nilai-nilai kebaikan.

Kajian tersebut menjadi pengingat bahwa dakwah bukan sekadar aktivitas menyampaikan pesan keagamaan. Dakwah merupakan proses mengajak manusia menuju kebaikan yang harus diwujudkan melalui gerakan, perubahan, dan kemanfaatan nyata bagi kehidupan.

Revisi Oleh:
  • Satria - 05/10/2026 11:34
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu