Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Menilik Peresmian Gedung Aula Panti Asuhan Al-Insan, Satu-satunya Panti Asuhan Muhammadiyah di Sidoarjo

Iklan Landscape Smamda
Menilik Peresmian Gedung Aula Panti Asuhan Al-Insan, Satu-satunya Panti Asuhan Muhammadiyah di Sidoarjo
Peresmian Gedung Aula Lantai 3 Panti Asuhan Al-Insan Ranting Muhammadiyah Candinegoro Wonoayu Sidoarjo pada Minggu pagi (12/07/2026). (Izza Al Akbar/PWMU.CO).
pwmu.co -

Ada yang menarik pada acara peresmian Gedung Aula Lantai 3 Panti Asuhan Al-Insan Ranting Muhammadiyah Candinegoro Wonoayu Sidoarjo, Minggu pagi (12/07/2026).

Ketua Badan Koordinasi Masjid Muhammadiyah (BKMM) Sidoarjo, Achmad Haris SPd MPdI hadir membuka acara dengan membaca Surat Al Maun.

Sebagaimana diketahui, surat tersebut merupakan salah satu surat yang diulang-ulang oleh KH Ahmad Dahlan kepada santri-santrinya. Setelah itu KH Ahmad Dahlan bertanya apakah para santrinya sudah mempraktekan ayat ini.

Maka inilah sebagai dasar Persyarikatan dalam gerak langkahnya dalam berdakwah, gerakan dakwah dan amal usaha, sebagaimana dicontohkan oleh KH Ahmad Dahlan.

Beliau mengajarkan bahwa memahami Surah Al-Ma’un tidak cukup dengan menghafal atau menafsirkannya. Tetapi harus diamalkan melalui tindakan nyata membantu fakir miskin, anak yatim, orang sakit, dan mereka yang membutuhkan.

“Panti Asuhan Muhammadiyah adalah AUMSOS (Amal Usaha Muhammadiyah bidang pelayanan sosial) yang di miliki oleh Muhammadiyah yang tidak bisa dipandang sebelah mata” terang Haris.

Pasalnya, lanjut Haris, KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah berlandaskan Surah Al-Ma’un yang berlandaskan nilai sosial di dalamnya.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Ma’un ayat 1–7:

SMPM 5 Pucang SBY

أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ ۝ فَذَٰلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ ۝ وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ ۝ فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ ۝ الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ ۝ الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ ۝ وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ

Artinya: “Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka celakalah orang-orang yang salat, yaitu orang-orang yang lalai terhadap salatnya, orang-orang yang berbuat ria, dan enggan memberikan bantuan yang berguna”. 

Achmad Haris menegaskan bahwa kesalehan seorang muslim harus tercermin dalam kepedulian sosial. Ibadah yang dilakukan tanpa kepedulian kepada sesama tidak mencerminkan ajaran Islam yang utuh.

“Oleh karena itu, Teologi Al-Ma’un menjadi dasar gerakan dakwah Muhammadiyah yang memadukan akidah, ibadah, dan amal sosial dalam kehidupan sehari-hari warga Persyarikatan” terangnya.

“Hingga saat ini, nilai-nilai Teologi Al-Ma’un terus diwujudkan melalui berbagai program pendidikan, pelayanan kesehatan, pemberdayaan masyarakat, santunan anak yatim, dan bantuan bagi kaum dhuafa sebagai bentuk nyata pengamalan ajaran Al-Qur’an” pungkas Haris.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 12/07/2026 22:00
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu