Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Menembus Batas Negara, Tiga Mahasiswa Turki Belajar Gerakan Muhammadiyah di Pondok Al Mizan

Iklan Landscape Smamda
Menembus Batas Negara, Tiga Mahasiswa Turki Belajar Gerakan Muhammadiyah di Pondok Al Mizan
Foto bersama saat penyambutan mahasiswa Turki. (Tim Media./PWMU.CO)
pwmu.co -

Suasana hangat menyelimuti Aula KH Abdul Fatah Al Mizan, Sabtu (15/8/2026) pagi. Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan menerima kunjungan tiga mahasiswa asal Turki dalam rangkaian program International Volunteer Engagement Program yang digagas YediHilal.

Tiga mahasiswa tersebut adalah Ahmet Salih Yildiz, Tarik Ziyad Kanadikirik, dan Yusuf Kerem Tastan. Mereka didampingi Sekretaris PCIM Turki, Maftuh Ihsan Nanda, yang merupakan alumni Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan tahun 2017.

Pertemuan tersebut menjadi lebih dari sekadar kunjungan. Di balik perjumpaan pemuda dari dua negara itu, tersimpan semangat membangun jembatan persahabatan, pertukaran pengalaman, sekaligus memperluas gerakan kebaikan lintas batas negara.

Hadir dalam penyambutan tersebut BPH Al Mizan yang diwakili H. Ya’kub, M.T., Mudir Al Mizan Ustadz Mujianto, M.Pd.I., dan jajarannya, serta ustadz dan ustadzah Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan.

Dari Lamongan Menyapa Dunia

Dalam sambutannya, Ya’kub menyampaikan selamat datang kepada para mahasiswa Turki. Ia menegaskan bahwa perkembangan Al Mizan kini tidak lagi terbatas pada kerja sama antardaerah, tetapi telah bergerak menuju jejaring global.

“Al Mizan sekarang kerja samanya tidak hanya antarwilayah, tetapi sudah global antarnegara,” ujarnya.

Menurutnya, keterhubungan dengan berbagai pihak dari luar negeri menjadi bagian penting dalam membuka wawasan dan memperluas manfaat lembaga.

Ia juga mengingatkan tiga prinsip yang perlu dipegang dalam menjalani kehidupan dan perjuangan, yakni ukhuwah, sabar, dan hak.

Ukhuwah, menurutnya, menjadi role model dalam membangun hubungan dengan sesama. Sabar diperlukan karena setiap proses pasti mengalami fase jatuh dan bangun. Sementara hak berarti keberanian menyampaikan sesuatu secara apa adanya dan bertanggung jawab.

Tiga pesan tersebut menjadi bekal sederhana tetapi kuat bagi para peserta pertemuan untuk membangun relasi yang tidak hanya bersifat seremonial, melainkan berkelanjutan.

Ketika Pemuda Turki Belajar dari Muhammadiyah

Maftuh Ihsan Nanda kemudian memperkenalkan lebih jauh latar belakang kehadiran tiga mahasiswa Turki tersebut.

Ia menjelaskan, YediHilal merupakan organisasi masyarakat sipil independen asal Turki yang membuka peluang kolaborasi strategis dengan Muhammadiyah melalui program International Volunteer Engagement Program pada musim panas 2026.

Program yang mengusung tema “Sinergi Pemuda Turki-Indonesia: Menjalin Ukhuwah, Menginspirasi Perubahan” tersebut dirancang sebagai ruang perjumpaan pemuda Indonesia dan Turki.

Bukan sekadar pertukaran budaya, program ini diarahkan untuk mempertemukan pengalaman di bidang pendidikan, sosial, kemanusiaan, keislaman, serta pengembangan kepemudaan.

YediHilal berdiri di Turki pada 2013 dan menghimpun mahasiswa melalui berbagai kegiatan akademik, budaya, serta kemanusiaan. Saat ini, organisasi tersebut memiliki lebih dari 70 cabang universitas dan kota di berbagai wilayah Turki.

Memasuki 2026, YediHilal membawa perhatian lebih besar pada penguatan kepemimpinan pemuda dalam kehidupan umat melalui pengalaman praktis, penguatan kelembagaan, dan peningkatan kesadaran terhadap dinamika Islam global.

Dari Delapan Relawan Menuju Jejaring yang Lebih Luas

Kunjungan tiga mahasiswa ke Indonesia bukanlah langkah pertama YediHilal dalam membangun jejaring internasional.

Pada fase inisiasi 2025, YediHilal telah mengirimkan delapan relawan pemuda ke tiga negara sahabat, yakni Indonesia, Maroko, dan Azerbaijan.

Pengalaman tersebut menjadi fondasi untuk memperluas kerja sama pada 2026. Kali ini, tiga mahasiswa terpilih dikirim ke Indonesia untuk mengikuti rangkaian kegiatan selama sekitar empat hingga lima minggu pada Juli–Agustus 2026.

Selama berada di Indonesia, para relawan tidak hanya diajak mengenal budaya lokal. Mereka juga mendapatkan kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana gerakan sosial-keagamaan dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dikelola dan dikembangkan.

Di sinilah Muhammadiyah menjadi ruang belajar yang menarik bagi mereka.

Muhammadiyah sebagai Laboratorium Gerakan Sosial

Muhammadiyah dipandang memiliki jaringan kelembagaan dan infrastruktur sosial yang luas. Pendidikan, kesehatan, sosial, filantropi, hingga pemberdayaan masyarakat menjadi bagian dari ekosistem gerakan yang dapat dipelajari secara langsung.

SMPM 5 Pucang SBY

Hubungan YediHilal dengan Muhammadiyah sendiri telah berkembang melalui sejumlah pertemuan dan program bersama. Salah satunya adalah pertemuan pada 2024 antara Dewan Eksekutif YediHilal dan Pimpinan Hubungan Internasional Muhammadiyah.

Relasi tersebut kemudian berkembang melalui sinergi dengan PCIM Istanbul dalam berbagai program.

Ketertarikan YediHilal tidak berhenti pada hubungan kelembagaan. Mereka juga ingin mempelajari tata kelola Amal Usaha Muhammadiyah yang selama ini berkembang menjadi salah satu kekuatan utama Muhammadiyah.

Bagi para relawan, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana sebuah gerakan sosial-keagamaan mampu membangun lembaga yang berkelanjutan dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Tiga Pilar Pengalaman

Program relawan YediHilal di Indonesia bertumpu pada tiga pilar utama.

Pertama, menyelami sejarah Muhammadiyah. Para relawan diajak mengenal akar gerakan, nilai-nilai, dan filosofi perjuangan Muhammadiyah yang telah melewati perjalanan lebih dari satu abad.

Kedua, mengobservasi Amal Usaha Muhammadiyah. Mereka melihat secara langsung manajemen dan operasional AUM, khususnya pada sektor pendidikan dan sosial.

Ketiga, aksi nyata. Para relawan diharapkan tidak hanya menjadi pengamat, tetapi ikut berkontribusi sebagai relawan berbahasa Inggris dalam kegiatan kemanusiaan, pendidikan Islam, maupun pengembangan kepemudaan.

Tiga pilar tersebut membuat program ini memiliki arah yang lebih luas. Para mahasiswa Turki bukan hanya datang untuk melihat Indonesia, tetapi juga untuk belajar, berinteraksi, dan memberikan kontribusi.

Tiga Pemuda, Satu Semangat

Tiga mahasiswa yang hadir di Al Mizan membawa latar belakang dan pengalaman masing-masing. Namun, mereka dipertemukan oleh satu semangat: belajar dari kehidupan pemuda di negara lain dan membangun persahabatan yang melampaui batas geografis.

Bagi Al Mizan, kehadiran mereka juga menjadi pengalaman berharga bagi para santri. Dunia yang selama ini terasa jauh melalui buku, internet, atau cerita, kini hadir secara langsung di hadapan mereka.

Ada dialog. Ada pertukaran pengalaman. Ada perjumpaan budaya.

Dari aula Abdul Fatah Al Mizan, santri dan mahasiswa Turki menemukan satu pesan penting: bahwa perbedaan bahasa, negara, dan budaya tidak harus menjadi sekat untuk saling mengenal dan bekerja sama.

Dari Al Mizan, Ukhuwah Itu Diperluas

Program ini pada akhirnya diharapkan tidak berhenti ketika para relawan kembali ke Turki.

Kolaborasi YediHilal dan Muhammadiyah diarahkan untuk membangun dialog pemuda Turki-Indonesia secara berkelanjutan serta membuka peluang kerja sama kelembagaan yang lebih luas.

Para relawan juga diharapkan membawa pulang pengalaman tentang bagaimana Muhammadiyah mengelola gerakan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan umat.

Sebaliknya, Muhammadiyah memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih dekat dinamika pemuda dan organisasi masyarakat sipil di Turki.

Dari sinilah sebuah kunjungan sederhana dapat memiliki makna yang lebih besar.

Tiga mahasiswa datang dari Turki. Mereka belajar di Indonesia. Mereka bertemu dengan santri Al Mizan. Dan dari perjumpaan itu, tumbuh harapan agar ukhuwah tidak berhenti pada sebuah pertemuan, tetapi menjelma menjadi gerakan kebaikan lintas negara.

Al Mizan pun menjadi salah satu titik kecil dalam peta besar sinergi pemuda Turki-Indonesia: menjalin ukhuwah, berbagi pengalaman, dan bersama-sama menginspirasi perubahan. (*)

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu