Kabar duka menyelimuti keluarga besar Muhammadiyah Kabupaten Madiun. Dr. KH. Agus Tricahyo, MA, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Madiun periode 2022–2027, wafat pada Ahad (16/8/2026) pagi.
Ustadz Agus, sapaan akrabnya, lahir pada 16 Juli 1975. Ia dikenal sebagai sosok yang disegani, baik di lingkungan keluarga maupun di tengah masyarakat, khususnya warga Muhammadiyah Kabupaten Madiun.
“Beliau sosok yang sangat disegani, tidak hanya di keluarga, tetapi juga oleh masyarakat, khususnya warga Muhammadiyah Kabupaten Madiun,” ujar Sulthan Abdul Hakim, anggota MPID PDM Kabupaten Madiun.
Selain aktif memimpin PDM Kabupaten Madiun, almarhum dikenal sebagai akademisi dan dosen. Ia juga dipercaya sebagai Ketua Senat IAIN Ponorogo serta pimpinan Pesantren Muhammadiyah Kabupaten Madiun.
Menurut Sulthan, perjuangan almarhum dalam Muhammadiyah tidak berhenti meski sejak 2024 harus berjuang melawan kanker saluran kemih. Dalam kondisi sakit, Ustadz Agus tetap berusaha menjalankan amanah dan aktif dalam berbagai kegiatan persyarikatan.
“Selama sakit, beliau tetap berjuang atas nama Muhammadiyah. Bahkan, tadi malam beliau masih memimpin rapat persiapan pengajian,” ungkap Sulthan.
Kepergian Ustadz Agus terasa mendadak bagi keluarga. Pada Ahad pagi, almarhum masih sempat melaksanakan shalat Subuh berjamaah. Namun, sekitar pukul 05.30 WIB, kondisinya tiba-tiba tidak sadarkan diri hingga kemudian meninggal dunia.
“Keluarga sangat terpukul dan merasa kehilangan karena kepergian beliau begitu mendadak,” tutur Sulthan.
Kepergian almarhum juga bertepatan dengan pelaksanaan Pengajian Ahad Kliwon PDM Kabupaten Madiun. Kabar duka tersebut dengan cepat menyebar dan mengundang keprihatinan warga Muhammadiyah serta masyarakat Kabupaten Madiun.

Jenazah Dr. KH. Agus Tricahyo dimakamkan di pemakaman keluarga di Desa Jogodayuh, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Ahad sekitar pukul 10.00 WIB.
Sejumlah tokoh turut hadir mengantarkan kepergian almarhum. Bupati Madiun hadir dalam prosesi pemakaman. Dari PCNU Kabupaten Madiun, sejumlah pengurus juga hadir dan turut membantu proses memandikan, mengafani, serta menyalatkan jenazah.
Kehadiran juga datang dari sejumlah PDM di sekitar Kabupaten Madiun, di antaranya PDM Kota Madiun, PDM Ponorogo, dan PDM Ngawi.
Almarhum meninggalkan istri, Siti Amiroh, serta tiga anak, Wafa, Kia, dan Hilma.
Bagi keluarga besar Muhammadiyah Kabupaten Madiun, wafatnya Dr. KH. Agus Tricahyo bukan sekadar kehilangan seorang pimpinan, tetapi juga sosok akademisi, pendidik, dan pejuang persyarikatan yang tetap mengabdikan diri hingga akhir hayat.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala khilafnya, menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya, serta memberikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments