Siswa kelas 5 SD Muhammadiyah Manyar mendapat pengalaman istimewa pada pelaksanaan upacara bendera, Senin (14/9/2026). Mereka dipercaya menjadi petugas upacara yang dilaksanakan di halaman sekolah.
Meski hanya menjalani dua kali latihan, para siswa mampu menjalankan tugas dengan baik. Persiapan tersebut dilakukan di bawah bimbingan Ustazah Zahara Firdausi, S.Pd., bersama tim pengajar kelas 5.
Dalam setiap latihan, siswa mempraktikkan berbagai rangkaian upacara, mulai dari mengikuti aba-aba, menjaga sikap dan posisi, hingga berkoordinasi dengan petugas lainnya. Latihan juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengevaluasi kekurangan dan memperbaiki pelaksanaan tugas.
Selama persiapan, sejumlah kendala sempat muncul. Namun, kendala tersebut dapat diatasi melalui arahan dan evaluasi dari pembimbing. Para siswa terus berlatih agar lebih siap ketika bertugas di hadapan seluruh warga sekolah.
Tantangan kembali muncul pada latihan terakhir. Salah satu siswa yang telah ditunjuk sebagai petugas tidak dapat hadir karena sakit. Kondisi tersebut membuat tim harus melakukan penyesuaian terhadap pembagian tugas.
Situasi itu justru menjadi pengalaman belajar bagi siswa. Mereka belajar bahwa dalam sebuah kegiatan, perubahan dan kondisi yang tidak terduga dapat terjadi. Karena itu, diperlukan ketenangan, komunikasi, serta kerja sama untuk mencari solusi.
Upacara Berlangsung Tertib
Pada Senin pagi, seluruh peserta berkumpul di halaman SD Muhammadiyah Manyar untuk mengikuti upacara. Siswa kelas 5 yang bertugas menempati posisi masing-masing dan menjalankan tugas sesuai hasil latihan.
Meskipun beberapa siswa sempat merasa gugup, mereka mampu tetap fokus. Seluruh rangkaian upacara berlangsung tertib hingga selesai.
Kendala kecil sempat terjadi saat proses pengibaran bendera Merah Putih. Namun, hal tersebut dapat segera diatasi dan tidak menghambat jalannya upacara secara keseluruhan.
Bagi siswa kelas 5, pengalaman tersebut bukan sekadar menjalankan tugas dalam upacara. Mereka belajar menerapkan kedisiplinan, tanggung jawab, keberanian, dan kerja sama secara langsung.
Menjadi petugas juga melatih kepercayaan diri siswa karena mereka harus tampil di hadapan teman-teman dan guru. Setiap petugas memiliki peran yang saling berkaitan sehingga kekompakan dan konsentrasi menjadi hal penting.
Pelaksanaan upacara bendera di SD Muhammadiyah Manyar menunjukkan bahwa pembelajaran karakter dapat dilakukan melalui pengalaman nyata. Dari proses latihan, menghadapi kendala, melakukan penyesuaian, hingga menyelesaikan tugas, siswa mendapatkan pelajaran tentang tanggung jawab dan kerja sama.
Bagi siswa kelas 5, pengalaman tersebut menjadi bekal untuk kegiatan berikutnya. Tidak harus selalu sempurna, tetapi mereka belajar untuk berani mengambil peran, memperbaiki kesalahan, dan menyelesaikan amanah dengan sebaik-baiknya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments