Di tengah persiapan malam tirakatan menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kenjeran menghadirkan langkah produktif yang berorientasi pada kemandirian panti asuhan.
Ahad (16/8/2026), PCM Kenjeran meresmikan unit usaha penyewaan lahan parkir di Jalan Sidotopo Wetan Baru 1 Nomor 7A, Surabaya.
Usaha tersebut dikembangkan sebagai bagian dari ikhtiar Panti Asuhan Muhammadiyah Kenjeran untuk membangun sumber pendanaan yang berkelanjutan bagi anak-anak asuh.
Peresmian dilakukan ketika sejumlah ruas jalan di sekitar lokasi mulai ditutup untuk persiapan kegiatan malam tirakatan. Di tengah situasi tersebut, PCM Kenjeran justru memanfaatkan potensi lahan yang tersedia agar memiliki nilai ekonomi sekaligus manfaat sosial.
Unit usaha penyewaan lahan parkir ini tidak sekadar ditujukan untuk menyediakan tempat yang aman dan nyaman bagi masyarakat yang membutuhkan area parkir. Lebih dari itu, pengelolaannya diarahkan untuk memperkuat kemandirian pembiayaan Panti Asuhan Muhammadiyah Kenjeran.
Ketua PCM Kenjeran Ali Fauzi mengatakan, masyarakat yang menggunakan atau menyewa lahan parkir tersebut pada saat yang sama ikut berkontribusi terhadap keberlangsungan pendidikan dan kebutuhan anak-anak asuh.
“Masyarakat yang menyewa lahan ini tidak hanya mendapatkan kenyamanan untuk kendaraan mobilnya, tetapi juga bernilai amal jariyah. Karena hasil dari penyewaan lahan parkir akan digunakan sepenuhnya untuk anak-anak asuh Panti Asuhan Muhammadiyah Kenjeran,” ujar Ali Fauzi.
Menurutnya, konsep tersebut menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah mengembangkan amal usaha yang tidak berhenti pada aktivitas ekonomi, tetapi memiliki dampak sosial yang nyata.
Dengan demikian, setiap transaksi penyewaan lahan parkir memiliki dimensi pemberdayaan. Masyarakat memperoleh layanan, sementara hasil pengelolaannya dikembalikan untuk mendukung kebutuhan anak-anak yang berada dalam pengasuhan panti.
Pengembangan unit usaha ini juga menunjukkan pentingnya pengelolaan aset secara produktif. Lahan yang sebelumnya memiliki fungsi terbatas kini dikembangkan menjadi sumber pemasukan yang dapat menopang kegiatan sosial panti.

Model seperti ini menjadi penting bagi lembaga pengasuhan. Kebutuhan anak-anak asuh tidak hanya berkaitan dengan makan dan tempat tinggal, tetapi juga pendidikan, kesehatan, perlengkapan sekolah, pembinaan karakter, serta berbagai kebutuhan sehari-hari.
Karena itu, keberadaan sumber pendapatan yang relatif berkelanjutan dapat membantu panti mengurangi ketergantungan pada bantuan yang sifatnya insidental.
Di sisi lain, unit usaha tersebut juga membuka ruang partisipasi masyarakat. Dukungan kepada anak-anak asuh tidak selalu harus diberikan melalui donasi langsung. Menggunakan layanan usaha yang hasilnya diperuntukkan bagi panti juga dapat menjadi bentuk kepedulian sosial.
Semangat inilah yang membuat usaha parkir PCM Kenjeran memiliki makna lebih luas. Lahan parkir bukan sekadar tempat kendaraan berhenti, tetapi menjadi ruang kecil yang ikut menggerakkan keberlanjutan kehidupan anak-anak asuh.
Langkah PCM Kenjeran tersebut sekaligus menegaskan bahwa kemandirian ekonomi dan kepedulian sosial dapat berjalan beriringan. Potensi yang ada di lingkungan Persyarikatan dapat dikelola secara produktif untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
Di tengah momentum menyambut kemerdekaan, ikhtiar tersebut menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan juga dapat diwujudkan melalui kepedulian, gotong royong, dan upaya menghadirkan kebermanfaatan bagi sesama.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments