Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kajian Tangguh PCM Kanigoro Blitar Bersama Ustadz Jamari

Iklan Landscape Smamda
Kajian Tangguh PCM Kanigoro Blitar Bersama Ustadz Jamari
Kajian Tangguh PCM Kanigoro Blitar Bersama Ustadz Jamari, S.Pd.I. di Masjid MIA Jatinom, Jum'at (7/8/2026). (Agus Fawaid/PWMU.CO).
Oleh : Agus Fawaid
pwmu.co -

Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kanigoro Kabupaten Blitar kembali menggelar Kajian Tangguh pada hari Jumat (7/8/2026) malam. Kajian rutin yang dilaksanakan pada tanggal tujuh setiap bulan itu menjadi agenda pembinaan Keislaman bagi warga Muhammadiyah di wilayah Kecamatan Kanigoro.

Kajian yang dimulai setelah Sholat Isya berjamaah atau sekitar pukul 19.30 WIB tersebut berlangsung di Masjid Muhammad Ibrahim Al-Amru (MIA), Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, yang juga merupakan Masjid Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Jatinom.

Puluhan peserta hadir mengikuti kegiatan ini, mulai dari jajaran pengurus dan anggota PCM, PRM, PCA, PRA, PCPM, PCNA, warga Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, para simpatisan, guru, hingga karyawan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang berada di wilayah Kecamatan Kanigoro. Seluruh peserta terlebih dahulu melaksanakan Sholat Isya berjamaah sebelum mengikuti kajian hingga selesai.

Kajian Tangguh merupakan singkatan dari Tanggal Tujuh. Sesuai namanya, kegiatan ini diselenggarakan secara rutin setiap bulan dengan menghadirkan pemateri yang berbeda-beda sebagai bagian dari penguatan dakwah dan pembinaan umat.

Pada kesempatan kali ini, kajian menghadirkan Ketua Majelis Tabligh PDM Kabupaten Blitar yaitu Ustadz Jamari, S.Pd.I. yang menyampaikan materi bertema Sambut HUT RI ke-81, Kobarkan Semangat Juang untuk Kemerdekaan.

Makna Kemerdekaan

Dalam pemaparannya, Ustadz Jamari mengajak jamaah memahami makna kemerdekaan dari sudut pandang Islam. Menurutnya, setiap orang dapat memiliki persepsi berbeda mengenai arti merdeka, namun kemerdekaan yang hakiki adalah terbebas dari belenggu hawa nafsu dan menjadi hamba Allah yang sebenar-benarnya.

“Ketika kita memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, jangan hanya memaknai kemerdekaan secara lahiriah. Kemerdekaan yang hakiki adalah ketika seseorang mampu menjadi hamba Allah yang taat dan mampu mengendalikan hawa nafsunya,” ujarnya.

Ia kemudian mengisahkan perjalanan hidup sahabat Nabi, Salman Al-Farizi, yang lahir dari keluarga penganut agama Majusi yang menyembah api. Dalam perjalanan mencari kebenaran, Salman pernah mempelajari ajaran Nasrani hingga akhirnya dijual sebagai budak di Kota Madinah. Meski menghadapi berbagai ujian, semangatnya mencari kebenaran tidak pernah padam.

Salman Al-Farizi juga dikenal sebagai sahabat yang mengusulkan strategi menggali parit saat menghadapi ancaman kaum musyrikin pada Perang Khandaq. Setelah mengenal Rasulullah SAW, ia berusaha memperoleh kemerdekaannya dengan menanam 400 pohon kurma dan menyerahkan sejumlah emas sebagai tebusan hingga akhirnya menjadi orang yang merdeka.

“Salman Al-Farizi memberikan teladan bahwa seseorang harus berjuang dengan penuh kesabaran untuk memperoleh kemerdekaan yang sesungguhnya, yaitu kemerdekaan dalam iman dan ketaatan kepada Allah,” terang Ustadz Jamari.

Ia juga mengingatkan firman Allah kepada Nabi Dawud agar memutuskan perkara dengan kebenaran dan tidak mengikuti hawa nafsu, karena hawa nafsu dapat menyesatkan manusia dari jalan Allah.

SMPM 5 Pucang SBY

Menurutnya, hawa nafsu merupakan anugerah dari Allah, namun harus mampu dikendalikan agar tidak membawa manusia kepada keburukan.

Sebagai resep meraih kemerdekaan yang hakiki, Ustadz Jamari mengajak jamaah mengamalkan kandungan Surat Ali Imran ayat 200.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu, kuatkanlah kesabaranmu, tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu), dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.”

Pedoman Penting bagi Seorang Muslim

Ustadz Jamari menjelaskan bahwa ayat tersebut memberikan empat pedoman penting bagi seorang muslim. Pertama, bersabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah, termasuk bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu dan menjalankan amanah sesuai aturan yang berlaku.

Kedua, memperkuat kesabaran ketika menghadapi berbagai ujian, godaan, serta menjauhi segala bentuk maksiat. Ketiga, senantiasa bersiap siaga menghadapi tantangan kehidupan dengan memperbaiki kualitas Sholat, menyempurnakan Wudhu, memakmurkan masjid, serta menunggu waktu sholat sebagai bagian dari amal yang bernilai ibadah. Keempat, bertakwa kepada Allah dengan menyerahkan seluruh hasil ikhtiar hanya kepada-Nya.

“Mari kita kobarkan semangat juang seperti jihad di jalan Allah. Siapa yang bersungguh-sungguh di jalan Allah, maka Allah akan menunjukkan jalan-Nya dan mengumpulkannya bersama orang-orang yang saleh. Tugas kita adalah terus memperbaiki diri, bertakwa kepada Allah, sedangkan hasil akhirnya kita serahkan sepenuhnya kepada Allah,” pungkasnya.

Melalui Kajian Tangguh tersebut, PCM Kanigoro berharap semangat menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia tidak hanya diwujudkan dalam kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum meningkatkan kualitas keimanan, memperkuat kesabaran, mengendalikan hawa nafsu, serta membangun kemerdekaan yang hakiki sesuai tuntunan Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 13/08/2026 17:56
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu