Setelah hampir sembilan tahun vakum, kegiatan perkemahan Pramuka kembali digelar di Desa Tamanprijek, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan. Perkemahan dalam rangka Gladian Pimpinan Regu (Dianpinru) Kwartir Ranting (Kwaran) Laren 2026 tersebut berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat (13–14/8/2026), di Lapangan Desa Tamanprijek.
Kegiatan ini menjadi momentum kebangkitan kembali aktivitas kepramukaan di wilayah Laren. Meski digelar secara sederhana, antusiasme panitia dan peserta terlihat sejak awal kegiatan. Perkemahan tersebut tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter, kepemimpinan, kemandirian, disiplin, dan kerja sama.
Dianpinru 2026 terlaksana melalui kolaborasi berbagai pihak, salah satunya Mahasiswa KKN-02 STAIM Karangasem Paciran yang turut terlibat dalam kepanitiaan. Keterlibatan mahasiswa menjadi bentuk sinergi antara dunia pendidikan, pemuda, dan masyarakat dalam mendukung kegiatan kepramukaan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan penataan tenda, kemudian dilanjutkan upacara pembukaan. Peserta selanjutnya mengikuti orientasi dan dinamika kelompok serta berbagai materi kepramukaan, seperti kepemimpinan Pinru dan Wapinru, teknik kepramukaan, pionering, kompas, semaphore, sandi, peta pita, hingga penjelajahan.
Suasana perkemahan semakin meriah melalui berbagai kegiatan kelompok yang mengasah keterampilan dan kekompakan peserta. Pada malam hari, peserta mengikuti pentas seni kreatif penggalang dan upacara api unggun yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban.
Memasuki hari kedua, peserta mengikuti salat Subuh berjamaah, olahraga pagi, sarapan, evaluasi Dianpinru, dan pengumuman. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan upacara peringatan Hari Pramuka ke-65 sekaligus penutupan Dianpinru. Acara ditutup dengan penyematan tanda ikut serta dan pemberian sertifikat sebelum peserta membongkar tenda.
Kegiatan Kepramukaan
Dalam upacara tersebut, Kwaran Laren Ihwayudi Muhammad, M.Pd., menyampaikan bahwa kembalinya kegiatan perkemahan setelah sembilan tahun merupakan hal yang patut disyukuri. Ia berharap keterbatasan dalam pelaksanaan tahun ini tidak menjadi penghalang untuk terus mengembangkan kegiatan kepramukaan.
“Mungkin kegiatan ini masih sederhana dan belum sebesar yang kita harapkan, tetapi yang paling penting adalah semangat untuk memulai kembali. Jangan melihat keterbatasan sebagai kekurangan, tetapi jadikan ini sebagai langkah awal untuk terus berkembang,” tutur Ihwayudi.
Ia juga berharap Pramuka dapat membentuk generasi muda yang mampu menjadi garda bangsa melalui profesi masing-masing.
“Kalau menjadi petani, jadilah petani yang inovatif. Kalau menjadi guru, jadilah guru yang berdedikasi. Kalau menjadi pengusaha, jadilah pengusaha yang memberi manfaat bagi orang lain. Di mana pun berada, tetap membawa nilai-nilai Pramuka dan menjadi pribadi yang berguna bagi bangsa dan masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, keterlibatan Mahasiswa KKN-02 STAIM Karangasem Paciran menjadi pengalaman baru bagi mahasiswa dalam terlibat langsung di tengah kegiatan kepemudaan dan masyarakat.
Ketua KKN-02, Moh. Faizal Muttaqin, mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam kepanitiaan Dianpinru memiliki dua makna. Selain menjadi pengalaman dalam mengelola kegiatan kepramukaan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mempererat silaturahmi dan mengabdi kepada masyarakat.
“Kami belajar bagaimana sebuah kegiatan kepemudaan dipersiapkan, dikoordinasikan, dan dijalankan bersama. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi kami untuk menjalin silaturahmi dan mengabdi kepada masyarakat,” ungkap Faizal.
Menurutnya, Pramuka memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Melalui kegiatan perkemahan, peserta belajar tidak hanya tentang keterampilan kepramukaan, tetapi juga kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, kemandirian, dan kemampuan menghadapi tantangan.
Kembalinya perkemahan setelah sembilan tahun menjadi catatan penting bagi Desa Tamanprijek dan Kwaran Laren. Lapangan desa yang selama dua hari dipenuhi tenda dan aktivitas peserta kembali menjadi ruang belajar bagi generasi muda untuk membangun kebersamaan dan mengembangkan keterampilan.
Dianpinru Kwaran Laren 2026 pun diharapkan menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali kegiatan kepramukaan secara berkelanjutan. Dari kegiatan sederhana tersebut, semangat Pramuka diharapkan terus tumbuh dan melahirkan generasi muda yang mandiri, mampu bekerja sama, serta memberikan manfaat bagi masyarakat. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments