Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Timur mengevaluasi pencapaian target keuangan dan efektivitas program pemberdayaan bersama pengurus daerah di Gedung At-Tauhid UMSurabaya, Rabu (12/8/2026).
Evaluasi tersebut digelar melalui Forum Turun ke Bawah (Turba) sebagai langkah pemetaan kinerja sekaligus persiapan menghadapi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) mendatang.
Wakil Ketua II Lazismu Jatim, Prof. Dr. Sigit Hermawan, S.E., M.Si., menjelaskan konsolidasi empat klaster wilayah tersebut difokuskan untuk mempercepat pencapaian program kerja tahun 2026.
Menurutnya, Lazismu Jatim memeriksa secara detail realisasi penerimaan dana publik untuk memastikan kesesuaiannya dengan perencanaan yang telah ditetapkan.
“Tujuan Turba ini adalah untuk mempercepat dan mengkonsolidasikan berbagai hal utama terkait pencapaian tahun 2026. Misalnya pencapaian terkait dana yang masuk ke Lazismu seluruh Jawa Timur, apakah sudah sesuai perencanaan tahun 2025,” kata Sigit saat diwawancarai di lokasi acara.
Selain aspek finansial, evaluasi juga mencakup pilar kelembagaan dan penyaluran bantuan.
Pimpinan wilayah memeriksa laporan penerima manfaat, volume penyaluran dana zakat, serta tingkat keberhasilan program pemberdayaan ekonomi masyarakat di setiap daerah.
Untuk memastikan tindak lanjut dapat dilakukan secara terukur, Lazismu Jatim akan menerapkan sistem kategorisasi kinerja berbasis indikator warna untuk seluruh daerah di 38 kabupaten/kota.
“Nanti ada follow up dalam bentuk pembinaan. Kami akan punya peta pemetaan wilayah mana yang sudah mencapai target, sedang, maupun belum. Kami gunakan simbol warna seperti hijau, biru, kuning, hingga merah,” tutur Sigit.
Sistem tersebut akan menjadi salah satu instrumen untuk melihat kondisi kinerja Lazismu di masing-masing daerah.
Melalui pemetaan tersebut, wilayah yang telah mencapai target dapat diketahui, sementara daerah yang masih berada pada kategori sedang maupun belum memenuhi target dapat segera mendapatkan tindak lanjut.
Sigit menegaskan, daerah yang masuk kategori merah atau belum memenuhi target akan mendapatkan perhatian khusus melalui pendampingan berkelanjutan dari tim wilayah.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi ketimpangan kinerja antar daerah sekaligus memastikan program kerja dapat berjalan sesuai target.
“Daerah yang merah ini kan belum banyak mencapai target, maka kami akan dampingi secara terus-menerus dan kami pantau secara ketat. Dari data hasil Turba ini, kami langsung follow up dengan kegiatan pembinaan teknis,” ucapnya.
Hasil evaluasi melalui Turba selanjutnya menjadi dasar bagi Lazismu Jatim dalam menyusun pembinaan teknis dan menentukan langkah perbaikan di masing-masing daerah.
Dengan sistem pemetaan berbasis indikator warna tersebut, Lazismu Jatim berharap pengelolaan program dan pencapaian target di seluruh daerah dapat semakin terukur, terarah, dan berkelanjutan.





0 Tanggapan
Empty Comments