Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) Kelompok 17 Desa Weru menggelar Rembuk Stunting dengan tema “Strategi Pencegahan dan Penurunan Stunting”.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Balai Desa Weru, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Selasa (11/8/2026).
Rembuk Stunting diikuti tenaga kesehatan setempat, kader posyandu, serta berbagai unsur masyarakat yang memiliki perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkuat komitmen bersama dalam mencegah dan menurunkan angka stunting di tingkat desa.
Melalui Rembuk Stunting, peserta diajak meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan gizi, kesehatan ibu dan anak, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala.
Dalam kegiatan tersebut disampaikan bahwa pencegahan stunting perlu dilakukan sejak dini, bahkan sejak masa kehamilan.
Pemenuhan gizi bagi ibu hamil, pemeriksaan kesehatan secara rutin, pemberian makanan bergizi bagi anak, serta penerapan pola hidup bersih dan sehat menjadi beberapa hal yang perlu mendapat perhatian bersama.
Aini Faizah, selaku koordinator kegiatan, menyampaikan bahwa pencegahan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.
Menurutnya, diperlukan keterlibatan pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, keluarga, dan seluruh masyarakat agar upaya pencegahan dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Pencegahan stunting merupakan tanggung jawab kita bersama. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat, terutama keluarga yang memiliki ibu hamil maupun balita. Dengan kepedulian dan pendampingan sejak dini, kita berharap risiko stunting dapat dicegah dan tumbuh kembang anak dapat berlangsung secara optimal,” ujarnya.
Selain itu, Aini menekankan pentingnya peran keluarga dalam memperhatikan kebutuhan gizi dan kesehatan anak.
Menurutnya, pemantauan pertumbuhan anak secara rutin dapat membantu mengetahui lebih awal apabila terdapat masalah dalam tumbuh kembang.
“Yang paling penting adalah bagaimana hasil dari rembuk ini tidak berhenti pada kegiatan saja, tetapi dapat dilanjutkan melalui tindakan nyata di masyarakat. Kader dan keluarga diharapkan aktif melakukan pemantauan serta segera berkoordinasi dengan tenaga kesehatan apabila ditemukan masalah pada pertumbuhan maupun kesehatan anak,” tambahnya.
Rembuk Stunting tersebut menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi antara mahasiswa KKN, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan masyarakat.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan pemahaman bersama, tetapi juga mendorong langkah nyata dalam upaya pencegahan stunting di Desa Weru.
Melalui kegiatan tersebut, Desa Weru diharapkan dapat semakin memperkuat kolaborasi dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting.
Komitmen bersama tersebut diharapkan mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal sekaligus menciptakan generasi yang sehat dan memiliki kualitas sumber daya manusia yang baik.





0 Tanggapan
Empty Comments