Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

PDM Pulang Pisau Gelar Shalat Istisqa’ di Tengah Kemarau dan Karhutla

Iklan Landscape Smamda
PDM Pulang Pisau Gelar Shalat Istisqa’ di Tengah Kemarau dan Karhutla
PDM Pulang Pisau Gelar Shalat Istisqa’ di Tengah Kemarau dan Karhutla. Foto: Istimewa/PWMU.CO
Oleh : BonniFebrian
pwmu.co -

Di tengah kemarau panjang dan minimnya hujan, Kabupaten Pulang Pisau menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan gambut Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya.

Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau telah menetapkan Status Siaga Bencana Karhutla melalui Keputusan Bupati Pulang Pisau Nomor 240 Tahun 2026. Kebijakan tersebut menjadi langkah untuk mengonsolidasikan penanganan kebakaran lahan gambut yang belum sepenuhnya padam.

Di tengah kondisi tersebut, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pulang Pisau menggelar Shalat Istisqa’ di halaman Masjid KH Ahmad Dahlan, Jalan Lintas Kalimantan, Kabupaten Pulang Pisau, Rabu (12/8/2026).

Salat dimulai pukul 06.45 WIB. Khadirun bertindak sebagai imam, sedangkan khutbah disampaikan Ketua PDM Pulang Pisau, Najmuddin.

Shalat Istisqa’ dilaksanakan sebagai ikhtiar dan doa bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan yang membawa manfaat dan keberkahan.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Pulang Pisau H. Ahmad Rifai, unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Pulang Pisau, kepala perangkat daerah, serta kepala sekolah dan perwakilan siswa dari sejumlah sekolah dan pesantren di sekitar Masjid KH Ahmad Dahlan.

Turut hadir unsur organisasi kemasyarakatan, tokoh agama dan masyarakat, warga Muhammadiyah, serta masyarakat umum.

Kemarau Jadi Momentum Introspeksi

Dalam khutbahnya, Najmuddin mengajak jamaah menjadikan kondisi kemarau sebagai momentum untuk melakukan introspeksi, memperbanyak istighfar dan taubat, sekaligus memperbaiki kehidupan bersama.

Menurutnya, kemarau tidak hanya menguji kesabaran, tetapi juga menjadi pengingat agar manusia kembali kepada Allah SWT.

“Kejujuran, amanah, keadilan, dan kepedulian kepada sesama merupakan bagian dari ketakwaan yang dapat mendatangkan keberkahan,” ujarnya.

Najmuddin mengutip pesan dalam Surah Nuh ayat 10–12 tentang pentingnya memohon ampun kepada Allah SWT. Menurutnya, istighfar menjadi bagian dari ikhtiar spiritual untuk mengetuk pintu rahmat Allah, termasuk memohon turunnya hujan.

Namun, ia menegaskan bahwa doa harus berjalan beriringan dengan ikhtiar nyata.

SMPM 5 Pucang SBY

“Doa tidak boleh berhenti pada permohonan. Kita juga harus memperkuat ikhtiar dan memperbaiki apa yang menjadi tanggung jawab kita sebagai manusia,” tuturnya.

Jaga Lingkungan sebagai Bagian dari Ikhtiar

Najmuddin juga mengingatkan bahwa manusia sebagai khalifah Allah SWT memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Ikhtiar tersebut dapat dilakukan dengan menjaga hutan, melestarikan sumber air, menghemat penggunaan air, mencegah pencemaran sungai, serta menghindari pembakaran hutan dan lahan.

“Menjaga lingkungan bukan hanya persoalan sosial, tetapi juga bagian dari amanah kita sebagai khalifah di bumi,” katanya.

Karena itu, menurut Najmuddin, Salat Istisqa’ tidak semata-mata menjadi momentum untuk memohon turunnya hujan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan melahirkan kesadaran bersama untuk memperbaiki diri, memperkuat kepedulian sosial, memperbanyak amal saleh, dan menjaga lingkungan.

Dalam doa yang dipanjatkan, jamaah memohon agar Allah SWT menurunkan hujan yang melimpah, lembut, membawa manfaat, serta tidak menimbulkan kerusakan.

Salat Istisqa’ menjadi ikhtiar bersama masyarakat Pulang Pisau di tengah kemarau dan ancaman karhutla. Dari halaman Masjid KH Ahmad Dahlan, doa dipanjatkan agar hujan segera turun, api karhutla dipadamkan, bumi yang kering kembali hidup, serta masyarakat Pulang Pisau diberikan keselamatan dan keberkahan.

“Semoga Allah SWT menurunkan hujan yang menjadi rahmat, memadamkan api, menghidupkan bumi, dan memberikan keselamatan bagi seluruh masyarakat,” doa jamaah.

Doa dipanjatkan, ikhtiar dikuatkan, dan kepedulian terhadap alam menjadi tanggung jawab bersama. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 13/08/2026 09:25
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu