Pencegahan narkoba tidak cukup dilakukan melalui pendekatan hukum dan kesehatan. Edukasi berbasis dakwah dan kolaborasi lintas lembaga juga dinilai penting untuk memperluas jangkauan pencegahan, terutama di kalangan pelajar.
Semangat itu mengemuka dalam Training of Facilitator Dai Anti-Narkoba dan Pengukuhan Duta Anti-Narkoba yang digelar Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim di Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya), Sabtu (3/10/2026).
Kegiatan tersebut mempertemukan perwakilan LDK kabupaten/kota se-Jawa Timur dengan 11 lembaga pendidikan. Pesertanya berasal dari sekolah Muhammadiyah, sekolah negeri, lembaga pendidikan Nahdlatul Ulama, serta lembaga pendidikan Kristen Protestan dan Katolik.
Ketua LDK PWM Jatim Ahmad Talha mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari amanah organisasi sekaligus program kerja yang harus dilaksanakan pada 2026.
Menurutnya, pelatihan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan peserta tentang narkoba. Para peserta yang dikukuhkan sebagai duta juga memiliki tanggung jawab untuk meneruskan edukasi di lingkungan masing-masing.
“Seluruh duta yang nanti dikukuhkan memiliki kewajiban untuk menyosialisasikan di tempat kerja masing-masing. Adik-adik siswa-siswi yang dihadirkan paling tidak menjadi duta di sekolahnya masing-masing,” ujarnya.
Dia berharap kegiatan tersebut memberikan pencerahan kepada masyarakat mengenai bahaya dan dampak penyalahgunaan narkoba.
Materi pelatihan dirancang tidak hanya dari perspektif dakwah. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai peta narkoba di Jawa Timur dan Indonesia, kebijakan pencegahan serta pengendalian narkoba dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim, hingga praktik pemeriksaan urine untuk mendeteksi penggunaan narkoba.
Pelatihan juga menghadirkan praktisi yang sehari-hari mendampingi pengguna narkoba. Ustaz Heru dijadwalkan berbagi pengalaman mengenai kehidupan pengguna narkoba serta dampak yang ditimbulkan dari penyalahgunaan zat tersebut.
Kolaborasi Perluas Wilayah Dakwah
Wakil Rektor III Umsura Dr. Nur Mukarram H., M.Kes., yang mewakili Rektor Umsura, menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan LDK membuka ruang pengabdian yang lebih luas.
Ia mengatakan kerja sama tersebut memperlihatkan bahwa dakwah dan pengabdian kepada masyarakat dapat dikembangkan melalui berbagai persoalan sosial, termasuk pencegahan narkoba.
“Dengan adanya kolaborasi yang dilakukan LDK dengan UMSurabaya, membuka mata dan memberikan pencerahan bahwa banyak sasaran yang bisa dilakukan oleh lembaga dakwah maupun UMSurabaya untuk mengembangkan sasaran dan wilayah dakwah,” ujarnya.
Menurutnya, pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu bagian penting dari tugas perguruan tinggi. Karena itu, UMSurabaya terbuka untuk menyiapkan tenaga pendidik dan sumber daya yang dapat dikolaborasikan dengan LDK.
“LDK sebagai ladang dakwahnya, Umsura akan menyiapkan tenaga pendidiknya dan bisa berkolaborasi sehingga gayung bersambut,” katanya.
Ketua panitia pelaksana Aksar Wiyono juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran para peserta dari berbagai latar belakang lembaga pendidikan.
“Kegiatan ini diharapkan ikut mendorong upaya pencegahan dan mengurangi penyalahgunaan narkoba di Jawa Timur,” katanya.
Menurut Aksar, melalui pelatihan dan pengukuhan duta ini, LDK PWM Jatim tidak hanya menyiapkan fasilitator yang memahami persoalan narkoba, tetapi juga memperluas jejaring edukasi hingga ke lingkungan sekolah dan masyarakat.
“Dengan demikian, dakwah anti-narkoba tidak berhenti di ruang pelatihan. Pesannya dibawa pulang oleh para duta untuk disampaikan kembali di lingkungan masing-masing,” pungkasnya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments