Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

PCIM Turkiye Dorong Internasionalisasi Muhammadiyah, Legalitas Capai 90 Persen

Iklan Landscape Smamda
PCIM Turkiye Dorong Internasionalisasi Muhammadiyah, Legalitas Capai 90 Persen
Direktur Smamita sambut tiga Guest Teacher asal Turki beserta Sekretaris PCIM Turkiye Maftuh Ikhsan Nanda Kurniawan di Hall lantai 2. Foto: Satrio/PWMU.CO
Oleh : Nashiiruddin
pwmu.co -

Internasionalisasi Muhammadiyah terus didorong melalui penguatan jejaring dan kerja sama dengan berbagai organisasi di luar negeri. Salah satunya dilakukan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Turkiye melalui program pertukaran dan pengenalan Muhammadiyah kepada masyarakat internasional, Kamis (13/8/2026).

Upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan tiga guest teacher asal Turkiye ke SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita). Kunjungan yang difasilitasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur dan didampingi Sekretaris PCIM Turkiye, Maftuh Ikhsan Nanda Kurniawan, itu diikuti Yusuf Kerem Tastan, Tarik Ziyad Kanadikirik, dan Ahmet Salih Yildiz.

Maftuh menjelaskan, program kunjungan tersebut merupakan bagian dari hubungan yang telah dibangun PCIM Turkiye dengan organisasi YediHilal. Kerja sama itu bermula pada 2024 ketika perwakilan YediHilal berkunjung ke Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Jakarta.

“Pada 2024 mereka datang ke Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Jakarta. Kemudian terjalin kerja sama. Pada 2025, PP Muhammadiyah memberikan amanah agar hubungan tersebut terus dilanjutkan di Turkiye,” jelas Maftuh.

Menurutnya, kerja sama tersebut kemudian berkembang menjadi program pembelajaran di Indonesia. Selama dua tahun terakhir, peserta dari Turkiye datang untuk mempelajari kehidupan masyarakat Muslim di Indonesia, khususnya gerakan dan dakwah Muhammadiyah.

“Alhamdulillah, sampai sekarang program ini terus berlanjut. Mereka belajar tentang masyarakat Islam di Indonesia, terutama bagaimana Muhammadiyah hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat,” ujarnya.

Internasionalisasi Muhammadiyah

Maftuh menegaskan, program tersebut sejalan dengan gagasan internasionalisasi Muhammadiyah yang terus digaungkan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Haedar Nashir.

Menurutnya, internasionalisasi tidak cukup dilakukan melalui forum atau pertemuan formal. Hal tersebut perlu diwujudkan dengan menghadirkan masyarakat internasional untuk melihat dan mempelajari secara langsung aktivitas Muhammadiyah di tengah masyarakat.

“Ini merupakan salah satu langkah awal kita untuk membawa orang asing belajar secara langsung di tengah masyarakat tentang dakwah Muhammadiyah, baik dari tingkat ranting, PCM, maupun PDM,” tutur Maftuh.

Ia berharap Muhammadiyah semakin dikenal di berbagai negara. Bukan hanya sebagai organisasi Islam yang berasal dari Indonesia, tetapi juga sebagai gerakan dakwah yang mampu memberikan kontribusi bagi kehidupan masyarakat global.

“Harapannya, keberadaan Muhammadiyah di Turkiye dan negara-negara lainnya semakin dikenal. Mereka bisa melihat langsung bagaimana Muhammadiyah bergerak di bidang pendidikan, sosial, dakwah, dan kemasyarakatan,” tambahnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Legalitas Muhammadiyah di Turkiye Capai 90 Persen

Selain memperkuat kerja sama internasional, PCIM Turkiye juga terus mendorong percepatan proses legalitas organisasi di negara tersebut.

Maftuh mengungkapkan, proses administrasi dan berbagai persyaratan legalitas Muhammadiyah di Turkiye saat ini telah mencapai sekitar 90 persen.

“Alhamdulillah, proses perizinan dan persyaratan lainnya sudah sekitar 90 persen rampung. Saat ini tinggal mencari apartemen yang akan digunakan sebagai sekretariat,” ungkapnya.

Ia mengatakan, membangun dan membina keberadaan Muhammadiyah hingga mendapatkan legalitas resmi di Turkiye bukanlah pekerjaan singkat. Ikhtiar tersebut telah berlangsung sekitar satu dekade dan membutuhkan konsistensi serta keseriusan dari berbagai pihak.

Menurut Maftuh, legalitas resmi akan menjadi langkah penting untuk memperkuat kelembagaan sekaligus memperluas ruang gerak Muhammadiyah dalam menjalankan berbagai program di Turkiye.

Dengan legalitas tersebut, Muhammadiyah diharapkan semakin leluasa mengembangkan program dakwah, pendidikan, sosial, dan kegiatan kemasyarakatan.

“Semoga dengan legalitas ini Muhammadiyah bisa semakin berkibar di dua benua, sekaligus memperkuat misi internasionalisasi Muhammadiyah,” ujarnya.

Ia menegaskan, penguatan Muhammadiyah di Turkiye bukan sekadar membangun kelembagaan, tetapi merupakan bagian dari ikhtiar panjang untuk membawa nilai-nilai dakwah Muhammadiyah agar semakin luas dan mampu memberikan manfaat di tingkat internasional. (*)

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu