Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Bendahara PDNA Lamongan Tekankan Pentingnya Komunikasi Organisasi dalam DANA II Wilker V

Iklan Landscape Smamda
Bendahara PDNA Lamongan Tekankan Pentingnya Komunikasi Organisasi dalam DANA II Wilker V
Bendahara PDNA Lamongan Tekankan Pentingnya Komunikasi Organisasi dalam DANA II Wilker V. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Bendahara Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Lamongan, Indri Cahya Ningrum, menyampaikan materi bertajuk “Komunikasi Organisasi” dalam kegiatan Darul Arqam Nasyiatul Aisyiyah (DANA) II Wilayah Kerja V yang dilaksanakan pada Sabtu (24/1/2026) di MI Muhammadiyah 1 Lopang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari proses perkaderan formal Nasyiatul Aisyiyah yang bertujuan memperkuat kapasitas kader, baik secara ideologis maupun organisatoris.

Dalam penyampaiannya, Indri menjelaskan bahwa komunikasi organisasi merupakan proses penyampaian pesan, informasi, dan makna antarindividu maupun kelompok dalam organisasi guna mencapai tujuan bersama.

Menurutnya, komunikasi yang baik menjadi fondasi utama dalam membangun hubungan, menguatkan koordinasi, menjaga soliditas tim, serta menanamkan nilai dan budaya organisasi di lingkungan Nasyiatul Aisyiyah.

Ia memaparkan bahwa dalam Nasyiatul Aisyiyah, komunikasi organisasi berlangsung dalam berbagai bentuk, baik formal maupun informal. Komunikasi formal diwujudkan melalui rapat, surat, serta agenda resmi organisasi, sedangkan komunikasi informal dilakukan melalui silaturahmi, diskusi ringan, dan pendampingan kader.

Selain itu, terdapat komunikasi vertikal antara pimpinan dan anggota sebagai wujud ketaatan terhadap keputusan musyawarah, serta komunikasi horizontal antarkader dan antarbidang untuk memperkuat kolaborasi dan solidaritas.

Lebih lanjut, Indri menekankan bahwa perbedaan persepsi dalam komunikasi kader merupakan hal yang wajar. Persepsi tersebut dipengaruhi oleh latar belakang kader, kondisi emosi, pengalaman, serta cara penyampaian pesan.

Oleh karena itu, dalam menyikapi perbedaan persepsi, kader Nasyiatul Aisyiyah harus mengedepankan sikap tabayyun, musyawarah, serta akhlak dan empati agar tidak menimbulkan konflik yang berkepanjangan.

Dalam materinya, ia juga menguraikan berbagai hambatan dalam komunikasi efektif, seperti hambatan bahasa, emosional, psikologis, lingkungan, hingga hambatan struktural organisasi. Untuk mengatasi hal tersebut, Indri menawarkan sejumlah teknik perbaikan komunikasi, antara lain penggunaan bahasa yang singkat dan jelas, pemberian umpan balik dua arah, penguatan budaya musyawarah, evaluasi pembagian tugas yang jelas, serta menumbuhkan empati antarkader.

Indri menegaskan bahwa komunikasi dalam Nasyiatul Aisyiyah harus dilandasi nilai-nilai organisasi, seperti kejujuran, toleransi, kerja keras, kreativitas, sikap demokratis, serta bersahabat dan komunikatif dalam berdakwah. Komunikasi yang beradab dan saling menghargai diyakini akan melahirkan organisasi yang solid, kader yang berdaya, dan dakwah yang berkemajuan.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu