
PWMU.CO – Sore itu, Ahad (27/7/2025), Langit Pesantren SPEAM Kota Pasuruan teduh seperti ikut mengiringi langkah 16 santri pilihan yang bersiap meninggalkan pesantren, bukan menuju ruang kelas, tapi ke medan laga: Tapak Suci National Student Championship 2025 yang akan digelar di GOR Pertamina Universitas Brawijaya, Malang, Senin hingga Rabu (28-30/7/2025).
Didampingi satu orang pendamping, mereka berangkat membawa lebih dari sekadar teknik silat, mereka membawa harapan, doa, dan amanat yang menggema dari seorang guru.
“Jangan kalah sebelum bertanding. Dan ingat, cara bertahan terbaik adalah menyerang,” pesan tegas namun hangat dari Rozzaqul Hasan, Wakil Mudir SPEAM Putra, saat melepas keberangkatan mereka di halaman pesantren.
Keenam belas atlet muda itu terdiri atas 13 peserta kategori fighter dan 3 peserta kategori seni. Meski usia mereka belasan, tekad mereka telah melampaui batas usia. Mereka telah melalui latihan yang padat dan persiapan yang tidak mudah.
“Latihan kami seminggu penuh, fokus pada fisik dan teknik. Waktu memang singkat, tapi semangat anak-anak sangat tinggi,” tutur Jamaluddin, pendamping tim.
Jamaluddin mengungkapkan bahwa motivasi utama mengikuti kejuaraan ini adalah untuk menunjang keberhasilan santri di luar bidang akademik.
“Kami ingin mereka punya daya juang, semangat bersaing dalam kebaikan, dan merasa bahwa mereka juga bisa berprestasi di luar kelas,” ujarnya.
Soal target, tak ada basa-basi.
“Kami berharap semua bisa membawa pulang medali emas, membanggakan orang tua, sekolah, dan menjadi batu loncatan mereka untuk naik ke tingkat berikutnya,” tambahnya.
Namun, di balik semangat itu, tantangan tak sedikit. Menurut Jamaluddin, bagian tersulit justru bukan teknik tanding, tetapi membentuk mental juara.
“Kami berusaha menanamkan disiplin, semangat, dan rasa percaya diri. Yang paling berat adalah melatih dua kategori berbeda, seni dan fighter, dalam waktu yang terbatas,” tuturnya.
Keikutsertaan SPEAM dalam ajang bergengsi ini bukan kali pertama. Namun, setiap keberangkatan selalu membawa cerita dan harapan baru. Bukan hanya soal menang atau kalah, tapi tentang bagaimana membentuk karakter tangguh, berani, dan sportif.
Enam belas anak itu kini melangkah ke gelanggang nasional. Mereka membawa nama SPEAM, membawa pesan guru, dan membawa mimpi yang barangkali sedang tumbuh menjadi nyata. Selamat bertanding, pendekar muda. Semoga pulang dengan peluh yang terbayar, dan doa yang berbalas kemenangan. (*)
Penulis Rozzaqul Hasan Editor Amanat Solikah






0 Tanggapan
Empty Comments