Nilai kepedulian dan kasih sayang tampak hidup di halaman Panti Asuhan Muhammadiyah Cabang Bulak, Jalan Pantai Kenjeran nomor 12, Sabtu (8/11/2025).
Sejak pagi, rombongan siswa kelas VI SD Muhammadiyah (SDM) 18 Surabaya hadir dengan wajah ceria dan semangat membawa bingkisan serta santunan untuk dibagikan kepada anak-anak yatim.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Si Dahsyat (Silaturahmi, Dakwah, dan Santunan Anak Yatim) yang menjadi agenda unggulan Lembaga KLL SD Muhammadiyah 18 Surabaya.
Melalui kegiatan ini, sekolah ingin menanamkan nilai-nilai kepedulian dan mengajarkan makna kebahagiaan dalam berbagi kepada para siswa.
Meneladani Akhlak Rasulullah
Santunan yang digelar ini bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi juga sarana pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam. Rasulullah ﷺ bersabda, “Aku dan orang yang menanggung anak yatim akan berada di surga seperti ini,” sambil merapatkan dua jarinya (HR. Bukhari).
Semangat itulah yang dihidupkan dalam program Si Dahsyat. Melalui kegiatan ini, para siswa diajak memahami bahwa ibadah tidak hanya berupa ritual, melainkan juga aksi nyata dalam bentuk kasih sayang, empati, dan kepedulian sosial.
Mereka belajar bahwa setiap kebaikan kecil yang dilakukan dengan tulus akan bernilai besar di sisi Allah ﷻ.
Kepala SD Muhammadiyah 18 Surabaya, Ach. Barizi,M.Pd menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wujud nyata dari proses pembelajaran karakter.
“Anak-anak perlu melihat dan mengalami langsung bagaimana Islam mengajarkan untuk peduli dan berbagi. Dengan begitu, nilai-nilai kemanusiaan itu tumbuh dari hati mereka sendiri,” ujarnya.
Suasana Penuh Keberkahan
Acara dimulai dengan sambutan hangat dari pengurus Panti Asuhan Muhammadiyah Bulak, Haris. Ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian serta perhatian yang diberikan oleh keluarga besar SD Muhammadiyah 18 Surabaya.
“Sungguh kami merasa bahagia dan terharu. Semoga Allah membalas kebaikan seluruh pihak yang telah berbagi dengan anak-anak di sini,” ucapnya penuh doa.
Selanjutnya, Kepala Sekolah Ach. Barizi memberikan tausiah yang berisi renungan dari Surat Al-Ma’un. Ia menegaskan bahwa makna mendalam dari surat tersebut adalah ajakan untuk tidak hanya rajin beribadah, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial.
“Orang yang mendustakan agama adalah mereka yang menghardik anak yatim dan enggan memberi makan orang miskin,” kutipnya.
Setelah itu, para siswa menyerahkan secara simbolis santunan berupa uang dan pakaian layak pakai kepada 25 anak yatim piatu. Momen penyerahan disambut dengan senyum haru dari anak-anak panti, menjadi gambaran indahnya kasih sayang antarsesama.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu pengurus panti. Suasana khidmat terasa, menyatukan rasa syukur dan haru di hati seluruh peserta.
Kesan dan Pembelajaran Bermakna
Salah satu siswa, Khanza, mengungkapkan rasa harunya setelah mengikuti kegiatan ini.
“Saya jadi sadar bahwa banyak saudara kita yang hidupnya penuh perjuangan. Saya ingin lebih rajin bersyukur dan membantu orang lain,” tuturnya.






0 Tanggapan
Empty Comments