Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Bersama di Surga Karena Amal dan Doa

Iklan Landscape Smamda
Bersama di Surga Karena Amal dan Doa
Foto: istockphoto
Oleh : Ferry Is Mirza Jurnalis Senior dan Aktivis Muhammadiyah
pwmu.co -

Orang tua dapat mengangkat derajat anaknya di akhirat kelak, bahkan hal ini berlaku hingga kepada cucu dan keturunannya. Semua itu merupakan bentuk kasih sayang Allah agar mereka dapat berkumpul bersama di surga.

Kita mengetahui bahwa anak yang saleh mampu mengangkat derajat kedua orang tuanya di akhirat, baik melalui doa maupun amal jariyah yang terus mengalir pahalanya. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, atau doa anak yang saleh.” (HR. Muslim No. 1631)

Namun, sebaliknya, orang tua juga dapat mengangkat derajat anaknya di akhirat, bahkan hingga cucu dan keturunan di bawahnya. Jika derajat anak-cucunya berada di bawah orang tuanya, maka Allah akan meninggikan mereka hingga sejajar, agar mereka dapat berkumpul bersama di surga.

Dari Sa‘id bin Jubair dari Ibnu ‘Abbas ra, beliau berkata: “Allah mengangkat derajat anak cucu seorang mukmin setara dengannya, meskipun amal perbuatan anak cucunya di bawahnya, agar kedua orang tuanya tenang dan bahagia.”

Kemudian beliau membaca firman Allah SWT: “Dan orang-orang yang beriman, dan anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka.” (QS. Ath-Thuur: 21)

Ibnu ‘Abbas kemudian menambahkan: “Dan Kami tidak mengurangi dari bapak-bapak mereka apa yang Kami berikan kepada anak-anak mereka.” (As-Silsilah Ash-Shahihah No. 2490, 5/495, Al-Maktabah As-Syamilah)

Syaikh Al-Albani rahimahullah menegaskan bahwa riwayat ini sanadnya sahih. Beliau menjelaskan: “Tidak diragukan lagi mengenai hal tersebut, namun mungkin bisa dikatakan bahwa hadis ini mauquf (perkataan sahabat) dengan status hukum marfu‘ (sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam), karena ini tidak mungkin sekadar pendapat Ibnu ‘Abbas semata. Bahkan maknanya sesuai dengan zahir ayat yang disebutkan, dan sanadnya sahih.” (As-Silsilah Ash-Shahihah No. 2490, 5/495)

Ibnu Katsir rahimahullah menafsirkan: “Ini merupakan karunia Allah Ta‘ala kepada anak keturunan karena keberkahan amal bapak-bapak mereka. Adapun keutamaan dari Allah kepada para bapak adalah karena keberkahan doa anak-anak mereka.” (Tafsir Ibnu Katsir, 7/433, Darut Thayyibah, Cet. II, 1420 H)

Dalam Tafsir Jalalain dijelaskan bahwa derajat anak diangkat agar mereka dapat berkumpul dengan orang tua mereka di surga:

“Maksud dari ‘Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka’ ialah anak-cucu mereka kelak akan bersama di surga, sehingga mereka memiliki derajat yang sama meskipun amal mereka tidak sebanding. Hal ini merupakan penghormatan terhadap para bapak agar mereka dapat berkumpul dengan anak-cucu mereka di surga kelak.” (Tafsir Jalalain, hal. 535, Darus Salam, Riyadh, Cet. II, 1422 H)

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa‘diy rahimahullah juga menegaskan bahwa orang tua yang diangkatkan derajatnya karena anak-anaknya tidak akan berkurang pahalanya sedikit pun:

“Anak keturunan yang disebutkan dalam ayat ini, Allah akan menyertakan mereka dalam kedudukan orang tua atau kakek-buyut mereka di surga, walaupun sebenarnya amal mereka tidak mencapainya. Ini merupakan balasan bagi orang tua dan tambahan pahala bagi mereka. Namun dengan itu, Allah tidak mengurangi sedikit pun pahala orang tua tersebut.” (Taisir Karimir Rahman, hal. 780, Dar Ibnu Hazm, Beirut, Cet. I, 1424 H)

Betapa indahnya kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. Amal orang tua yang saleh bisa mengangkat derajat anak-anaknya, dan doa anak yang saleh bisa meninggikan derajat orang tuanya.

Mereka saling mengangkat dan menyempurnakan satu sama lain, hingga akhirnya Allah kumpulkan kembali keluarga itu dalam kebahagiaan abadi di surga-Nya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu