Suasana pagi yang cerah menyelimuti halaman Kampus 2 Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Jumat (13/3/2026).
Matahari yang bersinar terang seakan menyertai semangat para panitia yang bersiap menyalurkan Zakat fitrah, Infaq, dan Shodaqoh (ZIS) kepada warga sekitar sekolah.
Kegiatan sosial tahunan ini tidak hanya menjadi agenda berbagi, tetapi juga momentum mempererat hubungan antara sekolah dengan masyarakat di lingkungan RW 4 Kelurahan Baratajaya.
Penyaluran ZIS tahun ini melibatkan langsung para ketua RT 001, 002, 003, 004, dan 005, ketua RW 4, serta komunitas tukang becak yang turut membantu proses distribusi.
Sebelum penyaluran dimulai, panitia ZIS yang dipimpin oleh Andi Widiyanto, S.Pd memberikan pengarahan kepada para ketua RT dan warga yang terlibat.
Briefing dilakukan di halaman sekolah untuk memastikan proses distribusi berjalan tertib dan merata.
“Mohon bantuannya kepada bapak-bapak semua untuk penyaluran ZIS dari Sekolah Kreatif. Setiap RT akan diarahkan oleh bapak RT masing-masing dan didampingi oleh dua guru serta dua siswa. Untuk angkutannya akan dibantu oleh becak,” ujar Andi di hadapan para ketua RT, warga, serta relawan yang terlibat.
Kolaborasi ini membuat penyaluran bantuan terasa lebih dekat dengan masyarakat. Para guru dan siswa tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga belajar secara langsung tentang nilai kepedulian sosial dan kebersamaan dengan warga sekitar.
Andi menjelaskan bahwa ZIS yang disalurkan merupakan hasil penghimpunan dari keluarga besar Sekolah Kreatif Baratajaya, mulai dari siswa, guru, hingga wali murid.
“Setiap tahun Sekolah Kreatif Baratajaya menghimpun zakat fitrah, infaq, dan shodaqoh. Khusus siswa dari kelas I sampai kelas VI, kami juga mengajarkan mereka membuat kaleng infaq selama bulan Ramadan sebagai bagian dari pembelajaran berbagi,” jelasnya kepada jurnalis.
Tahun ini, jumlah ZIS yang berhasil dihimpun terbilang sangat besar. Panitia mencatat terkumpul sebanyak 400 paket beras, di mana setiap paket berisi 5 kilogram beras. Dengan demikian, total beras yang disalurkan mencapai dua ton.
Selain itu, dana infaq yang terkumpul dari kaleng infaq siswa dan donasi warga sekolah mencapai Rp50.000.000.
“Total ada 400 penerima yang akan mendapatkan bantuan. Setiap penerima memperoleh beras 5 kilogram dan santunan uang tunai,” tambah Andi.
Distribusi bantuan dilakukan secara terorganisir. Para ketua RT memandu proses penyaluran di wilayah masing-masing agar bantuan benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan.
Sementara itu, becak yang disiapkan panitia membantu mengangkut beras ke titik-titik distribusi di lingkungan warga.






0 Tanggapan
Empty Comments