Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Buku Sang Surya di Jawa Dwipa Tuai Apresiasi Sejarawan

Iklan Landscape Smamda
Buku Sang Surya di Jawa Dwipa Tuai Apresiasi Sejarawan
Nanang Purwono mengapreasiswa Buku Sang Surya di Jawa Dwipa. foto: pwmu.co
pwmu.co -

Buku Sang Surya di Jawa Dwipa: Jejak Kiai Dahlan di Jawa Timur mendapat apresiasi positif dari kalangan sejarawan.

Salah satunya datang dari Nanang Purwono, jurnalis sekaligus peneliti sejarah. Dia menilai karya ini menjadi panduan penting dalam menelusuri sepak terjang KH. Ahmad Dahlan dalam menyebarkan dakwah dan mengembangkan Muhammadiyah di Jawa Timur.

Menurut Nanang, buku tersebut memuat catatan berharga tentang hubungan erat Kota Surabaya dengan Kiai Ahmad Dahlan.

Ikatan itu terjalin melalui aktivitas dakwah dan pendirian Muhammadiyah Cabang Surabaya, pada tahun 1921.

“Yang menarik, beliau datang jauh dari Yogyakarta ke Surabaya dengan menggunakan kereta api, sebuah perjalanan dakwah yang menembus keterbatasan sarana transportasi di masa itu,” ujarnya kepada PWMU.CO, pada Ahad (10/8/2025).

Buku ini menampilkan gambaran yang hidup tentang perjalanan KH. Ahmad Dahlan. Dalam catatan yang dikisahkan, KH. Ahmad Dahlan mengunjungi Surabaya dengan pemberhentian terakhir di Stasiun Surabaya Kota.

Kereta api yang ditumpangi adalah kereta uap, dengan gerbong kayu berlapis anyaman rotan sebagai tempat duduk penumpang.

Nanang menggambarkan suasana itu dengan membandingkan pengalamannya pada tahun 1974, saat sering diajak orang tuanya ke Tulungagung.

“Kereta api waktu itu benar-benar bertenaga uap, dan suasananya mirip seperti yang dinaiki Ahmad Dahlan,” kenangnya.

Setibanya di Surabaya, tujuan dakwah KH. Ahmad Dahlan mengarah ke kawasan Plampitan, Peneleh, dan Pandean. Ketiga kawasan itu masuk dalam situs Kebangsaan.

Salah satu titik penting adalah Masjid di Kampung Plampitan, yang berhadapan langsung dengan rumah tokoh nasional Cak Roeslan Abdul Gani.

Di tempat itulah, KH. Ahmad Dahlan melaksanakan kegiatan dakwahnya, membentuk poros perjalanan antara kereta api, kawasan Peneleh, dan agenda dakwah.

Buku Sang Surya di Jawa Dwipa: Jejak Kiai Dahlan di Jawa Timur merupakan karya kolaborasi lima sejarawan muda Muhammadiyah: Azrohal Hasan, Teguh Imami, Miftahul Muslim, Wildan Nanda Rahmatullah, dan Ni’matul Faizah.

Mereka menelusuri enam kota di Jawa Timur dengan satu tujuan utama: menemukan dan mendokumentasikan jejak dakwah pendiri Muhammadiyah di wilayah ini.

Setiap kota menyimpan fragmen sejarah yang saling melengkapi, mulai dari interaksi sosial, pendirian cabang Muhammadiyah, hingga cerita perjalanan KH Ahmad Dahlan yang jarang terekspos.

Pendekatan penulis tidak hanya berbasis arsip, tetapi juga dilengkapi wawancara dan penelusuran lokasi langsung.

Buku setebal 238 halaman ini diterbitkan oleh Majelis Pustaka, Informasi, dan Digitalisasi (MPID) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Kehadiran buku ini diharapkan dapat memperkaya khazanah sejarah Muhammadiyah sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk meneladani perjuangan Kiai Ahmad Dahlan.

“Buku ini adalah pengingat bahwa perjuangan dakwah di masa lalu penuh pengorbanan. Dengan membaca kisah perjalanan Kiai Dahlan, kita akan semakin paham bahwa Muhammadiyah berdiri di atas semangat gerakan yang kuat dan visi besar untuk memajukan umat,” pungkas Nanang Purwono. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu