Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Buya Anwar Abbas: Impian Israel Raya Mengancam Stabilitas Timur Tengah

Iklan Landscape Smamda
Buya Anwar Abbas: Impian Israel Raya Mengancam Stabilitas Timur Tengah
pwmu.co -
Di hari raya Idul Fitri, Israel membombardir Gaza (detik.com)

PWMU.CO – Serangan militer Israel terhadap Jalur Gaza masih terus berlangsung tanpa tanda-tanda akan berhenti. Bahkan, tindakan brutal yang dilakukan menunjukkan eskalasi kekerasan yang semakin mengarah pada praktik genosida terhadap rakyat Palestina.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Anwar Abbas, menyatakan bahwa tujuan utama militer Israel (IDF) bukan hanya menghancurkan perlawanan Hamas, tetapi juga ingin menguasai seluruh wilayah Gaza. Ia mengungkapkan bahwa upaya pendudukan itu disertai dengan paksaan agar penduduk Gaza berpindah ke negara-negara Arab di sekitarnya.

Menurut Buya Anwar, rencana tersebut didukung penuh oleh sekutu utama Israel, yaitu Amerika Serikat. Ia meyakini bahwa ambisi Israel tak akan berhenti di Gaza saja. Zionis diyakini akan terus memperluas wilayah kekuasaannya ke bagian lain Palestina, bahkan ke negara-negara tetangga.

“Kelompok zionis menginginkan terbentuknya Israel Raya, yang wilayahnya meliputi seluruh Palestina, Yordania, Suriah, Lebanon, sebagian Arab Saudi, dan Mesir,” jelas Buya Anwar dalam pernyataannya yang dikutip dari Republika, Senin (7/4/2025).

Ia juga mengingatkan bahwa jika ambisi tersebut terus diwujudkan, maka negara-negara Arab akan menghadapi tantangan besar. Ia menegaskan bahwa AS tidak akan pernah berpihak pada dunia Arab karena hubungan eratnya dengan Israel.

Dengan situasi seperti ini, Buya Anwar menilai bahwa dalam beberapa dekade ke depan, kawasan Timur Tengah masih akan terus dilanda konflik. Ini disebabkan oleh kegigihan Israel dalam menjalankan agendanya yang agresif.

Ia pun mempertanyakan, sampai kapan dunia internasional akan terus berdiam diri? Menurutnya, ketergantungan berbagai negara terhadap Amerika Serikat—baik secara ekonomi maupun politik—membuat mereka sulit untuk bersikap tegas terhadap tindakan Israel.

“Selama dominasi AS dalam bidang ekonomi dan politik tetap kuat, maka negara-negara lain akan kesulitan mengambil langkah berarti untuk menghentikan kekejaman dan peperangan yang terjadi di kawasan Timur Tengah,” tegas Buya Anwar, yang juga merupakan ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Sementara itu, pada akhir pekan lalu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, kembali menegaskan komitmennya untuk meningkatkan agresi militer di Gaza. Ia juga mendukung rencana pemindahan paksa warga Palestina, yang sebelumnya diusulkan oleh mantan Presiden AS, Donald Trump.

Sejak Oktober 2023, lebih dari 50.700 warga Palestina dilaporkan meninggal dunia akibat serangan Israel di Jalur Gaza. Sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak.

Terkait kejahatan ini, Mahkamah Pidana Internasional telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, pada November lalu. Keduanya didakwa atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Meski demikian, dukungan dari sejumlah negara Barat terhadap Israel masih terus mengalir, bahkan ketika negara itu menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional. (*)

Penulis Wildan Nanda Rahmatullah Editor Zahra Putri Pratiwig

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu