Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Cake Bermotif Batik Jadi Media Pembelajaran Kreatif di SMP Muhammadiyah 9 Bojonegoro

Iklan Landscape Smamda
Cake Bermotif Batik Jadi Media Pembelajaran Kreatif di SMP Muhammadiyah 9 Bojonegoro
Lewat Projek BANGKIT, Siswa SMP Muhammadiyah 9 Bojonegoro Olah Cake Bermotif Batik (Cahyo Turlaksono/PWMU.CO)
pwmu.co -

Aroma mentega dan vanila memenuhi lingkungan SMP Muhammadiyah 9 Bojonegoro saat para siswa terlibat dalam kegiatan yang berbeda dari biasanya. Kue-kue yang baru matang dihias dengan motif batik Nusantara yang detail dan tertata, menjadi bagian dari proses pembelajaran berbasis karya.

Kegiatan ini merupakan puncak projek kokurikuler bertema “BANGKIT” (Batik Nusantara dalam Gerak, Kreasi, dan Inovasi Tradisi) yang berlangsung selama dua pekan dan secara resmi dibuka pada Senin (2/2/2026) oleh Kepala Sekolah, Ferry Yudha Pratama, S.Pd., M.Pd., Gr.

Melalui projek ini, kegiatan memasak diposisikan sebagai bagian dari pembelajaran yang memberi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan ide dan kreativitas. Dari 183 responden yang mewakili sekitar dua pertiga populasi siswa, sebanyak 71,4 persen menunjukkan antusiasme terhadap kegiatan tersebut. Selain itu, tiga perempat siswa menilai projek ini efektif sebagai media penyaluran kreativitas seni.

Ketua pelaksana projek, Herlin Susanti, S.Pd., Gr., menjelaskan bahwa kegiatan ini melibatkan seluruh siswa dari kelas VII hingga IX.

“Kegiatan ini diikuti oleh 275 siswa, yang dibagi ke dalam 42 kelompok dengan pendampingan 15 guru,” ujarnya.

Salah satu aktivitas utama dalam projek ini adalah pembuatan cake bermotif batik sebagai bentuk pembelajaran berbasis projek yang mengintegrasikan sejumlah mata pelajaran, mulai dari Prakarya hingga Bahasa Inggris.

Para siswa menjadikan adonan kue sebagai media untuk menampilkan motif batik dengan memadukan referensi digital dan gagasan orisinal. Proses tersebut menuntut ketelitian dan kemampuan berpikir kreatif, terutama saat menggambar detail motif dengan keterbatasan alat.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Dampak projek tidak hanya terlihat pada aspek keterampilan, tetapi juga pada pengalaman belajar siswa. Rujukan penelitian yang dimuat dalam Journal of Positive Psychology menyebutkan bahwa aktivitas kreatif seperti memasak berkaitan dengan tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi.

Hal ini sejalan dengan hasil refleksi siswa, di mana 57,1 persen merasa lebih bangga dan percaya diri setelah melihat hasil karyanya, sementara 28,6 persen menyatakan merasa lebih tenang setelah melalui proses produksi.

Sebanyak 42 cake bermotif batik didokumentasikan dalam bentuk video dan dipublikasikan melalui TikTok, Instagram, serta YouTube. Media sosial dimanfaatkan sebagai sarana publikasi karya sekaligus dokumentasi proses pembelajaran. Melalui publikasi tersebut, siswa dapat membagikan hasil kerja mereka kepada masyarakat luas.

Kegiatan ini memperlihatkan integrasi antara seni, keterampilan praktis, dan kerja sama tim dalam satu rangkaian pembelajaran. Kolaborasi dilakukan sejak tahap perencanaan, proses pembuatan, hingga penyajian hasil.

Melalui projek “BANGKIT”, sekolah menghadirkan ruang belajar yang mendorong kreativitas sekaligus pengenalan nilai budaya dalam konteks pembelajaran yang kontekstual. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡