
PWMU.CO – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) menjadi momentum bagi lembaga pendidikan anak usia dini untuk menanamkan nilai-nilai penting sejak dini.
Di TK Aisyiyah 23 Mojopetung, semangat itu diwujudkan melalui kegiatan edukatif yang melibatkan langsung para siswa dalam kampanye “Stop Bullying”.
Kegiatan dibuka dengan senam “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” yang disambut antusias anak-anak. Setelah itu, mereka mengikuti aksi simbolik mengecap tangan di atas kertas karton putih bertuliskan “Stop Bullying”. Menggunakan cat warna-warni yang aman, satu per satu siswa menempelkan telapak tangan mereka ke karton yang ditempel di dinding sekolah.
Cap tangan tersebut menjadi simbol bahwa mereka ingin tumbuh dalam lingkungan yang aman, saling menyayangi, dan bebas dari perundungan.
Guru kelompok A, Siti Sulaifah, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai empati dan menghormati sesama sejak usia dini.
“Meskipun bullying sering terjadi di jenjang yang lebih tinggi, pencegahannya harus dimulai dari TK. Anak-anak kami ajak memahami bahwa semua teman itu harus disayangi dan tidak boleh disakiti, baik secara fisik maupun kata-kata,” ujarnya.
Selain aksi cap tangan, kegiatan HAN juga diisi dengan mewarnai gambar bertema Hari Anak Nasional. Para orang tua yang hadir turut mendampingi dan menyambut positif kegiatan ini. Mereka menilai pendekatan yang digunakan sekolah sangat tepat dan menyentuh aspek pembentukan karakter anak.
Harapan pun muncul agar kampanye seperti ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, melainkan dapat dijalankan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pendidikan nilai di lembaga anak usia dini. (*)
Penulis Linda Fithrotin Editor M Tanwirul Huda





0 Tanggapan
Empty Comments