Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Cara Cerdas Anggota MUBES IKPI ke-3 Agar Tidak Kehilangan Momen

Iklan Landscape Smamda
Cara Cerdas Anggota MUBES IKPI ke-3 Agar Tidak Kehilangan Momen
Tak mau kehilangan momentum, Ana Muslimatin dan Vivid mengajak foto gurunya di MUBES ke-3 IKPI di Ponpes Al-Ishlah Sendangagung, Selasa (24/03/2026). (Ali Shodiq/PWMU.CO).
pwmu.co -

Ada saja canda dan cara anggota Musyawarah Besar (MUBES) #3 Ikatan Keluarga Ponpes Al-Ishlah (IKPI) saat ingin mengabadikan momen.

Kesempatan itu berlangsung pada Selasa (24/03/2026) di Lantai 2 Gedung Sekretariat Ponpes Al-Ishlah Sendangagung Paciran Lamongan.

Anggota MUBES itu adalah Ana Muslimatin dan Vivid Rohminiyah, dua Yunda Nasyiah Cabang Paciran dan Laren itu lihai dan peka sekali membaca situasi.

Ajak Foto Guru Favorit

Begitu usai pembukaan MUBES IKPI ke-3, dan saat istirahat tiba Ana Muslimatin yang juga guru PAUD Aisyiyah Sendangagung tak ada rasa canggung mengajak foto bersama guru favoritnya, Sof Fakhruddin dan Gondo Waloyo, pewarta PWMU.CO.

Gayung pun bersambut, Vivid Rohminiyah yang juga jajaran petinggi di Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur ini dengan cekatan mempersiapkan perangkat gawai yang ia simpan di dompetnya.

Lalu ia menunjuk Ali Shodiq, salah satu peserta rapat yang berprofesi sebagai guru di SD Muhammadiyah favorit di kota Surabaya.

“Ini masuk berita nggih ustadz, kita ingin tunjukkan api semangat IKPI sedang menyala berkobar-kobar, ingin merajut kembali tali ukhuwah islamiah sesama alumni” celetuk Ana Muslimatin bernada merayu karena tak mau kehilangan momentum bahagia ini.

“Saya sangat teringat dan masih terngiang di telinga saya apa yang diajarkan oleh beliau ustadz-ustadz ini, satu penggalan kalimat dalam bahasa Arab itu masih sangat terkesan” timpal Ali Shodiq alumni tahun 2011 ini.

ما كنت أحسب ان حيوانا ضعيفا مثلك يقدر ما لا أقدر علىه أنا،

Kutipnya dari pelajaran Muthalaah yang memiliki arti: “Saya tidak menduga bahwa hewan sekecil engkau memiliki kemampuan yang saya tidak mampu”.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

“Petikan kalimat ini diucapkan singa yang ditolong oleh tikus yang kecil tetapi memiliki kemampuan yang tidak dimiliki oleh singa yang berukuran lebih besar dari pada tikus” terang Ali Shodiq mengenang saat diajar di sekolahan dulu.

Kisah di Balik Al-Lahab

Shodiq pun melanjutkan, “Kalimat ini juga masih saya hapal, petikan kalimat Abu Lahab kepada Nabi saat dimulainya dakwah bil jahri, yang tertuang di buku Lhulashah Nuril Yaqin.

تبا لك يا محمد، ألهذا جمعتنا؟ فأنزل الله سورة اللهب ؛ تبت بدا أبى لهب وتب.

“Kata Abu Lahab; celakalah engkau Muhammad! Untuk inikah kamu kumpulkan kami, lalu Allah balas makuan itu dengan menurunkan Qur’an surat Al-Lahab, Celakalah kedua tangan Abi Lahab” ulas Shodiq sambil tersenyum manis di depan gurunya.

Di acara istirahat dan makan siang pun masih nampak kental nuansa nostalgia berbalut kerinduan akan suasana masa lalu.

Di saat mereka masih berstatus santri Al-Ishlah, cerita pahit nan sakit serasa manis dan indah manakala dikisahkan saat yang sudah lama berlalu.  Malah, hal tersebut makin menarik untuk menjadi kenangan lucu.

Usai jajan dan salat Dzuhur berjamaah, acara berlanjut mendengarkan hasil rapat formatur dalam menyusun pengurus baru dan acara berlanjut membedah AD dan ART IKPI untuk dikoreksi dan disempurnakan. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡