Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMP Muhammadiyah 1 Gresik (Spemutu) menghadirkan suasana berbeda dalam kegiatan pengambilan rapor semester ganjil yang dilaksanakan pada Jumat (19/12/2025). Di tengah momen penuh harap yang mempertemukan wali murid, guru, dan siswa, PR IPM Spemutu membagikan buket bunga sederhana kepada seluruh wali murid perempuan dan guru perempuan yang hadir.
Kegiatan tersebut menjadi simbol penghargaan, rasa cinta, dan apresiasi menjelang peringatan Hari Ibu yang diperingati setiap 22 Desember. Sejak pagi, para siswa pengurus IPM telah bersiaga dengan rapi, membagikan buket bunga satu per satu kepada para penerima.
Senyum bahagia pun terpancar dari para wali murid. Beberapa di antaranya tampak terharu saat menerima buket sebagai bentuk penghormatan atas peran besar ibu, perempuan, dan pendidik dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Tak sedikit pula yang mengabadikan momen penuh makna tersebut melalui foto bersama.
Salah satu pengurus PR IPM Spemutu, Keysha Ramadhani, mengungkapkan bahwa kegiatan ini lahir dari kesadaran siswa untuk belajar menghargai perempuan sejak dini.
“Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi kami kepada para perempuan hebat, khususnya ibu guru dan wali murid perempuan. Meskipun sederhana dan belum tepat pada tanggal peringatan Hari Ibu, kami berinisiatif melaksanakannya pada momen pengambilan rapor karena saat Hari Ibu nanti sekolah sudah libur. Semoga hadiah kecil ini dapat menghadirkan senyum, rasa hangat, dan menjadi tanda cinta kami kepada mereka,” tuturnya.
Selain sebagai bentuk penghormatan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran karakter bagi pengurus dan anggota IPM. Melalui kegiatan tersebut, siswa dilatih untuk peduli terhadap sesama, menumbuhkan rasa syukur, menghormati orang tua, serta mempererat hubungan antara sekolah dan wali murid.
Kepala SMP Muhammadiyah 1 Gresik, Sulistyaningsih, yang turut menerima buket bunga, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas inisiatif positif PR IPM Spemutu.
“Saya sangat bangga kepada anak-anak IPM Spemutu. Inisiatif ini bukan sekadar membagikan buket bunga, tetapi memiliki makna yang sangat dalam. Anak-anak belajar menghargai perempuan, khususnya ibu dan guru, yang selama ini berperan besar dalam pendidikan. Ini membuktikan bahwa IPM bukan hanya organisasi, tetapi juga wadah pembentukan akhlak mulia, kepedulian, dan rasa hormat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan visi sekolah dalam membentuk siswa yang berkarakter Islami, berempati, bertanggung jawab, serta mampu memberi manfaat bagi sesama.
“Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut, menginspirasi, dan menjadi budaya baik di Spemutu. Bukan hanya hari besarnya yang diperingati, tetapi nilai-nilai kebaikannya yang terus dihidupkan,” tambahnya.
Melalui kegiatan sederhana namun sarat makna ini, PR IPM Spemutu kembali menunjukkan komitmennya dalam menumbuhkan kepedulian dan kesantunan di kalangan pelajar. Meski hanya berupa buket bunga sederhana, ketulusan, niat baik, dan penghormatan yang terkandung di dalamnya menjadi hadiah berharga bagi para perempuan hebat yang telah berjasa bagi keluarga, pendidikan, dan generasi masa depan. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments