Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

UMG Dampingi UMKM Desa Lengkong Kelola Keuangan Usaha

Iklan Landscape Smamda
UMG Dampingi UMKM Desa Lengkong Kelola Keuangan Usaha
Pengabdian UMG Dorong Tertib Keuangan UMKM di Cerme (Djoko Soelistya/PWMU.CO)
pwmu.co -

Permasalahan pemisahan keuangan usaha dan keuangan pribadi masih dihadapi oleh sebagian pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kondisi tersebut menyebabkan pelaku usaha kesulitan mengetahui besaran laba, arus kas, serta perkembangan usahanya secara terukur.

Untuk menjawab persoalan tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Gresik melaksanakan kegiatan pembinaan dan pendampingan pengelolaan keuangan usaha bagi UMKM di Desa Lengkong, Kecamatan Cerme pada hari Sabtu (28/2/2026).

Kegiatan ini dipimpin oleh dosen pendamping Dr. Ir. Djoko Soelistya, M.M., CPHCM, CHRMP., bersama mahasiswa Program Studi Akuntansi, yaitu Bunga Suci Ramadhania, Afiyatur Rosyidah, dan Nabilah Nur Azizah. Mereka mendampingi pelaku UMKM sebagai peserta program dalam memahami dan menerapkan pencatatan keuangan secara sederhana.

Permasalahan yang ditemukan di lapangan antara lain belum adanya pemisahan antara keuangan usaha dan keuangan rumah tangga. Hasil penjualan sering kali langsung digunakan untuk kebutuhan pribadi tanpa pencatatan yang sistematis. Akibatnya, pelaku usaha tidak memiliki data yang jelas mengenai pendapatan, biaya operasional, maupun keuntungan usaha.

Program pendampingan dirancang tidak hanya menyampaikan materi secara teoretis, tetapi juga praktik langsung penyusunan pembukuan sederhana yang mudah diterapkan. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya pencatatan transaksi harian, pemisahan rekening usaha dan pribadi, serta penyusunan laporan laba rugi sederhana.

Dalam kegiatan tersebut, Dr. Djoko Soelistya menegaskan pentingnya tata kelola keuangan yang disiplin dan transparan sebagai dasar pengembangan usaha.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

“Banyak UMKM memiliki potensi omzet yang baik. Namun tanpa pencatatan yang rapi, keuntungan tidak dapat terukur secara pasti. Melalui program ini, kami mendorong perubahan pola pikir sekaligus praktik nyata dalam pengelolaan keuangan,” ujarnya.

Mahasiswa berperan sebagai pendamping teknis selama kegiatan berlangsung. Mereka membantu peserta menyusun buku kas harian, mencatat pemasukan dan pengeluaran, mengidentifikasi biaya operasional, serta melakukan simulasi perhitungan keuntungan usaha. Pendampingan dilakukan secara langsung agar peserta dapat memahami sekaligus mempraktikkan materi yang diberikan.

Hasil awal kegiatan menunjukkan adanya perubahan kebiasaan pada sejumlah pelaku usaha. Mereka mulai mencatat transaksi secara rutin dan mengelompokkan pengeluaran sesuai jenisnya. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperbaiki tata kelola usaha secara bertahap.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi dosen dan mahasiswa, pelaku UMKM memperoleh pendampingan dalam meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan usaha di tingkat desa. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡