Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Studi Tiru Masjid Istiqomah ke Ar-Royyan: Bukti Peran Anak Muda Jadi Kunci Dakwah Masa Kini

Iklan Landscape Smamda
Studi Tiru Masjid Istiqomah ke Ar-Royyan: Bukti Peran Anak Muda Jadi Kunci Dakwah Masa Kini
Foto Bersama pengurus Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah dan Masjid Istiqomah dalam Studi Tiru pada Sabtu (02/05/2026). (Fikri Hidayatulah/PWMU.CO).
pwmu.co -

Masjid tidak lagi cukup hanya menjadi tempat ibadah ritual semata.

Di tengah dinamika kehidupan sosial yang terus berkembang, masjid dituntut menghadirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan umat. Sekaligus membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk terlibat aktif dalam pengelolaannya.

Tanpa itu, masjid berisiko kehilangan peran strategisnya sebagai pusat peradaban dan pemberdayaan masyarakat.

Pada Sabtu (02/05/2026) pukul 10.00 WIB, Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran Sidoarjo menerima kunjungan rombongan dari Masjid Istiqomah Surabaya.

Sebanyak lima orang hadir dalam kegiatan tersebut dengan tujuan melakukan studi tiru terkait pengelolaan masjid yang dinilai inovatif dan berdampak luas.

Bahas Proker hingga Pengelolaan Sosmed

Masjid Istiqomah yang beralamat di Jl. Jojoran III No.146, Mojo, Kecamatan Gubeng, Surabaya, datang dengan membawa berbagai pokok pembahasan penting.

Di antaranya meliputi manajemen pengelolaan masjid, perencanaan program kerja, keterlibatan generasi muda, hingga strategi pengelolaan media sosial sebagai sarana dakwah modern.

Mewakili rombongan, Chairul Basori menyampaikan bahwa tujuan utama kunjungan ini adalah untuk belajar langsung dari Masjid Ar-Royyan. Pasalnya, masjid ini dinilai berhasil menjadi masjid “viral” dengan program-program yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Ia juga turut mengajak tim media Masjid Istiqomah, yang terdiri dari anak-anak muda aktif di Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah, sebagai bagian dari proses pembelajaran tersebut.

Diskusi berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban. Kedua pihak saling bertukar pengalaman dan gagasan terkait pengelolaan masjid yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Ketua Takmir Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran, Ridwan Manan, menyambut hangat kehadiran rombongan tersebut sebagai sesama pegiat dakwah yang memiliki semangat yang sama dalam memakmurkan rumah Allah.

Dalam kesempatan tersebut, Ridwan menyampaikan bahwa pengelolaan Masjid Ar-Royyan saat ini masih dalam tahap pengembangan.

Mengingat masjid tersebut baru aktif digunakan selama kurang lebih satu tahun, bahkan struktur kepengurusan takmirnya pun belum genap berjalan selama satu tahun.

Meski demikian, ia bersyukur masjid ini mampu menghadirkan terobosan yang belum banyak dilakukan oleh masjid lain.

Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan melibatkan generasi muda secara aktif dalam pengelolaan masjid.

SMPM 5 Pucang SBY

Tidak hanya sebatas partisipasi, anak-anak muda bahkan menerima peran sebagai pionir sekaligus pengelola utama dalam pengembangan dakwah digital di Masjid Ar-Royyan. Dengan pendekatan ini, peran takmir menjadi lebih inklusif dan merata lintas generasi.

Sesi pertama diskusi berlangsung di ruang utama masjid dengan fokus pada manajemen kemasjidan.

Kegiatan kemudian berlanjut dengan salat Dzuhur berjamaah serta menikmati program Makan Siang Gratis Bersama (MAGER). Salah satu program unggulan Masjid Ar-Royyan dalam membangun kedekatan sosial dengan jamaah.

Viralitas Bukan Tujuan Utama

Memasuki sesi kedua, diskusi berlanjut di lantai dua masjid, tepatnya di area Caffe Kemajuan. Topik yang diangkat berfokus pada pengelolaan media sosial masjid hingga mampu menjangkau audiens luas dan menjadi viral.

Dalam sesi tersebut, Bayu Firdaus selaku Key Opinion Leader (KOL) Media Masjid Ar-Royyan menegaskan bahwa viralitas yang diraih bukanlah tujuan utama.

Ia menyebutkan bahwa hal tersebut merupakan bonus dari niat dakwah yang tulus serta konsistensi tim media yang didominasi oleh anak-anak muda.

Menurutnya, tujuan utama pengelolaan media sosial adalah menjadikannya sebagai sarana dakwah yang relevan dengan generasi muda.

Selain itu, platform digital juga menjadi wadah untuk mengembangkan dan mengapresiasi potensi serta keterampilan anak muda dalam bidang kreatif.

Ia menambahkan bahwa hasil viral yang diperoleh merupakan bentuk karunia dari Allah atas usaha yang dilakukan secara istiqamah.

Kegiatan studi tiru ini berlangsung hingga pukul 14.20 WIB dan ditutup dengan semangat kolaborasi serta harapan untuk terus mengembangkan peran masjid di tengah masyarakat.

Pada akhirnya, kunjungan ini menjadi pengingat bahwa masjid perlu terus bertransformasi agar tetap relevan dengan kehidupan sosial umat.

Keterlibatan generasi muda bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Masjid yang mampu membuka ruang bagi anak muda untuk berkontribusi dan berinovasi akan memiliki peluang lebih besar untuk menjadi pusat peradaban yang hidup, dinamis, dan berdampak luas bagi masyarakat.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 04/05/2026 13:07
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡