Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Puasa Arafah dan Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Zulhijah yang Perlu Diketahui

Iklan Landscape Smamda
Puasa Arafah dan Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Zulhijah yang Perlu Diketahui
Foto: Unsplash
Oleh : Dr. Ajang Kusmana Staf Pengajar AIK UMM

Sepuluh hari pertama bulan Zulhijah merupakan hari-hari terbaik yang amalannya paling dicintai Allah SWT, bahkan melebihi keutamaan jihad di jalan-Nya. Untuk mengoptimalkannya, Anda dapat memperbanyak puasa sunah, memperbanyak zikir dan takbir, bersedekah, serta menyempurnakannya dengan ibadah kurban.

Saat ini, kita berada pada bulan Zulhijah, hari-hari yang dicintai dan dimuliakan oleh Allah SWT. Pada sepuluh hari pertama Zulhijah, kita sangat dianjurkan untuk melakukan dan memperbanyak Amal-amal kebaikan yang dilakukan di dalamnya, dilipatgandakan pahalanya oleh Allah Ta’ala. Marilah kita isi hari-hari yang mulia ini dengan berbagai kebaikan dan ketaatan kepada Allah ta’ala.

Di antaranya, puasa mulai hari pertama sampai hari kesembilan, , Dianjurkan untuk berpuasa sejak tanggal 1 hingga 9 Zulhijah. Jika tidak mampu berpuasa penuh, prioritas utamanya adalah puasa Arafah karena memiliki keistimewaan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Begitu mulianya sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, sampai-sampai Allah subhanahu wa ta’ala bersumpah dalam Al-Qur’an dengan hari-hari itu dalam firman-Nya:

وَالْفَجْرِ (1) وَلَيَالٍ عَشْرٍ (2) وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ (3) (سورة الفجر:1-3)

“Demi waktu fajar. Demi sepuluh malam pertama bulan Dzulhijjah, demi hari arafah (tanggal 9 Dzulhijjah) dan demi hari raya Kurban.” (QS. al-Fajr ayat 1-3).

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, al-Bukhari, at-Tirmidzi, Abu Dawud dan Ibnu Majah dari sahabat Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ أيّامٍ الْعَمَلُ الصّالِحُ فيهَا أحَبُّ إلَى الله مِنْ هَذِهِ الأيّامِ يَعْني أيّامَ الْعَشْرِ قالُوا: يَا رَسُولَ الله وَلاَ الْجِهَادُ في سَبِيلِ الله؟ قالَ وَلاَ الْجِهَادُ في سَبِيلِ الله إلاّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ (رواه البخاري وأحمد والترمذي وأبو دود وابن ماجه

“Tidak ada hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai oleh Allah selain sepuluh hari pertama bulan Zulhijah. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, termasuk lebih utama daripada jihad di jalan Allah?” Rasulullah menjawab, “Termasuk lebih utama dibandingkan jihad di jalan Allah kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya lalu ia tidak kembali dengan sesuatu apapun dari jiwa dan hartanya karena ia mati syahid di medan jihad.”
(HR al-Bukhari, Ahmad, at-Tirmidzi, Abu Dawud dan Ibnu Majah).

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan lainnya. Maksud utamanya adalah Allah SWT sangat mencintai amal saleh yang dikerjakan pada 10 hari pertama Zulhijah, sehingga pahalanya melampaui amalan jihad sekalipun. Pengecualiannya adalah jihad tingkat tertinggi, yakni pengorbanan nyawa dan harta secara mutlak (mati syahid).

Poin utama makna hadis tersebut adalah:

  • Keutamaan Waktu: Sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah waktu terbaik untuk beramal. Ulama seperti Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa kemuliaan ini terjadi karena berkumpulnya induk ibadah: shalat, puasa, sedekah, dan ibadah haji, yang tidak ditemukan di bulan lainnya.
  • Timbangan Pahala: Segala bentuk ketaatan di hari-hari ini (seperti membaca Al-Quran, zikir, dan sedekah) jauh lebih dicintai Allah dibandingkan amal di hari biasa, bahkan mengalahkan jihad fisik yang bersifat biasa (tidak sampai syahid)
  • Puncak Pengorbanan: Jihad dengan jiwa dan harta yang tidak kembali sama sekali adalah puncak pengorbanan tertinggi dalam Islam. Amal ini tetap menjadi satu-satunya amalan yang nilainya lebih tinggi daripada ibadah di 10 awal Dzulhijjah

Pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah, terdapat hari yang paling utama sepanjang tahun, yaitu hari Arafah atau hari kesembilan Dzulhijjah. Pada hari Arafah, kita lebih ditekankan lagi untuk melakukan berbagai kebaikan serta berpuasa dan memperbanyak doa pada hari itu.

Ketika ditanya mengenai puasa Arafah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:

(يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ (رواه مسلم

“Puasa Arafah memiliki keutamaan menghapus dosa-dosa (kecil) setahun yang telah berlalu dan setahun yang akan datang.” (HR Muslim)

Dalam hadis lain, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan keutamaan hari Arafah dalam sabdanya:

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللهُ فِيْهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ ‏‏عَرَفَةَ (رواه مسلم

SMPM 5 Pucang SBY

“Tidak ada hari yang Allah membebaskan hamba dari neraka sebanyak yang Ia bebaskan pada hari arafah.” (HR Muslim).

Bahkan dalam hadits yang diriwayatkan Imam Malik dalam al-Muwaththa’, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

‏مَا رُؤِيَ الشَّيْطَانُ يَوْمًا هُوَ فِيْهِ أَصْغَرُ، وَلَا أَدْحَرُ وَلَا أَحْقَرُ، وَلَا أَغْيَظُ مِنْهُ فِي يَوْمِ عَرَفَةَ (رواه الإمام مالك)

“Tidaklah setan terlihat lebih terhina, lebih terusir, lebih ternista dan lebih marah kecuali pada hari Arafah.” (HR Imam Malik).

Hal itu dikarenakan begitu banyak rahmat Allah yang turun pada hari Arafah dan begitu banyak pengampunan dosa yang Allah anugerahkan kepada para hamba-Nya pada hari itu. Hal-hal semacam ini tentu sangat dibenci oleh setan.

Hari Arafah juga adalah hari mustajabnya doa sebagaimana disabdakan oleh Baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

‏أَفْضَلُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ ‏‏عَرَفَةَ ‏‏وَأَفْضَلُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّوْنَ مِنْ قَبْلِيْ ‏لَا إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ (رواه الإمام مالك)

“Doa yang paling utama adalah doa pada hari Arafah dan sebaik-baik yang aku dan para nabi sebelumku ucapkan adalah kalimat tauhid, yaitu:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

(Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir)

“Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” Zikir Terbaik (Ucapkan 100x atau lebih) kemudian dilanjutkan Doa Sapu Jagad (Memohon Kebaikan Dunia-Akhirat):

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

(Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa ‘adzaaban naar)

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 25/05/2026 16:16
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡