Semangat suporter STIQSI FC dalam ajang Fun Mini Soccer 4 Dasawarsa Al-Ishlah tak hanya sebatas yel-yel di pinggir lapangan. Para ibu dosen dan mahasiswi STIQSI Lamongan turun langsung memberikan dukungan kepada tim kebanggaan mereka dengan membawa makanan dan minuman untuk para pemain.
Adegan hangat tersebut terlihat usai pertandingan, Kamis (13/8/2026) sore, di Lapangan Futsal Malisha. Para pemain STIQSI FC yang mengenakan kostum hijau tosca duduk melingkar menikmati hidangan yang dibawa para suporter setia.
Dalam momen tersebut, sejumlah dosen dan mahasiswi membagikan pempek dan es blewah sebagai asupan tenaga bagi para pemain. Selain itu, tersedia pula kue-kue dalam kotak dan termos berisi air dingin.
Salah satu sosok yang terlihat aktif memberikan dukungan adalah Anis Ulfiatin, dosen STIQSI asal Palirangan, Payaman, Solokuro.
Dosen yang dikenal supel tersebut sengaja datang langsung ke lapangan untuk memberikan dukungan kepada STIQSI FC.
Tak sekadar hadir, Anis bahkan memasak sendiri makanan khas Palembang untuk para pemain.
“Ini bentuk dukungan kami. Biar anak-anak mainnya semangat, perutnya juga harus kenyang dulu,” ujarnya sambil membagikan es blewah.
Kehadiran para ibu dosen dan mahasiswi tersebut mendapat sambutan hangat dari para pemain. Sambil melepas lelah seusai pertandingan, mereka duduk lesehan, makan bersama, dan bercanda.
Antusiasme tersebut juga dirasakan langsung oleh civitas STIQSI. Salah satu perwakilan tim menyampaikan kesannya terhadap rangkaian kegiatan Fun Mini Soccer 4 Dasawarsa Al-Ishlah.
“Alhamdulillah, Saya pribadi menyambut acara ini dengan sangat antusias dan positif.
Karena dengan rangkaian event-event ini, kita bisa saling silaturahim dengan teman-teman guru dan seluruh karyawan yayasan Al-Ishlah dari unit-unit yang lain. Bisa akrab satu sama lain. Alhamdulillah.
Kalau nggak ada kegiatan begini nggak bs ketemu pak. Sibuk dgn kegiatan di unit sendiri2.
Menang kalah tidak masalah, yang penting kita jadi sami kompak, sami sehat, dan sami bahagia.”
Ia juga membocorkan menu “rahasia” yang disiapkan Tim STIQSI.
“Menunya tadi klo dr Tim STIQSI ada es blewah. Hehehe. Ada Pempek dos (Pempek telur), gorengan, dll. Alhamdulillah. Guyub rukun suka rela dr Tim STIQSI.”
Ungkapan tersebut sekaligus menggambarkan bahwa lapangan dalam ajang Fun Mini Soccer bukan sekadar arena kompetisi.
Kegiatan tersebut menjadi ruang temu, ruang untuk mempererat keakraban, sekaligus ruang berbagi antarkeluarga besar Al-Ishlah.
Momen kebersamaan tersebut menjadi gambaran nyata tema 4 Dasawarsa Al-Ishlah, “Bersatu dalam Khidmah, Bergerak untuk Umat”.
Di lapangan, para pemain berjuang mengejar bola. Di luar lapangan, para suporter berjuang memberikan dukungan dan saling menguatkan.
STIQSI FC sendiri baru saja memastikan tiket semifinal setelah meraih kemenangan 6-4 atas Simpatisan FC.
Dengan dukungan logistik berupa pempek dan es blewah, ditambah semangat kebersamaan dari para dosen dan mahasiswi, STIQSI FC siap melanjutkan perjuangan di babak semifinal.





0 Tanggapan
Empty Comments