Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Cegah Pernikahan Dini, KKN-P 29 Umsida Edukasi Remaja Podokoyo

Iklan Landscape Smamda
Cegah Pernikahan Dini, KKN-P 29 Umsida Edukasi Remaja Podokoyo
Cegah Pernikahan Dini, KKN-P 29 Umsida Edukasi Remaja Podokoyo. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Remaja di Dusun Jetak dan Sunogiri, Desa Podokoyo, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, mendapatkan edukasi mengenai pentingnya mempersiapkan diri sebelum menikah melalui sosialisasi pencegahan pernikahan dini.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya Tim KKN-Pencerah (KKN-P) kelompok 29 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) dalam meningkatkan wawasan remaja mengenai dampak pernikahan dini serta pentingnya merencanakan pendidikan, karier, dan kehidupan berkeluarga.

Mengusung tema “Cegah Pernikahan Dini, Wujudkan Masa Depan yang Sehat, Aman, dan Terencana”, kegiatan berlangsung di Kantor Desa Podokoyo pada Rabu (12/8/2026). Sebanyak 30 remaja mengikuti kegiatan tersebut dengan melibatkan empat kader remaja.

Kegiatan menghadirkan Nadya Novita Sari, kader Posyandu Remaja sekaligus narasumber, dan Talitha Dwi Ramadayanti, anggota KKN-P kelompok 29, sebagai narasumber.

Keduanya memberikan edukasi mengenai pernikahan dini serta berbagai aspek yang perlu dipertimbangkan sebelum seseorang mengambil keputusan untuk menikah.

Pesan utama yang disampaikan Tim KKN-P kepada peserta cukup sederhana, “Menikah bukan tentang siapa yang lebih cepat, tetapi tentang siapa yang benar-benar siap.”

Bekali Remaja tentang Pernikahan Dini

Materi pertama membahas pengertian pernikahan dini dan berbagai faktor yang dapat melatarbelakanginya. Peserta diajak memahami bahwa keputusan untuk menikah tidak hanya berkaitan dengan keinginan memiliki pasangan, tetapi juga membutuhkan kesiapan dalam berbagai aspek kehidupan.

Sosialisasi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan dampak pernikahan dini dari berbagai sisi, mulai dari kesehatan, pendidikan, ekonomi, psikologis, hingga kehidupan sosial dan keluarga.

“Kami memberikan pengertian bahwa pernikahan tanpa persiapan yang matang dapat menimbulkan berbagai persoalan, termasuk terhambatnya pendidikan, ketidaksiapan ekonomi, tekanan emosional, konflik dalam rumah tangga, hingga risiko perceraian,” terang Talitha.

Selain membahas dampak, peserta juga diajak memahami pentingnya mempersiapkan diri sebelum menikah. Salah satunya dengan mulai merencanakan masa depan melalui tiga aspek, yakni pendidikan, karier, dan kehidupan berkeluarga.

“Kami juga memberi arahan untuk mulai merencanakan masa depan melalui tiga aspek, yaitu pendidikan, karier, dan kehidupan berkeluarga,” jelas Talitha.

Menurutnya, kesiapan menikah tidak hanya berkaitan dengan usia. Kesiapan mental, emosional, ekonomi, kemampuan bertanggung jawab, serta kemampuan menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupan rumah tangga juga perlu diperhatikan.

SMPM 5 Pucang SBY

Tekan Risiko Pernikahan Dini

Nadya Novita Sari menyambut baik kegiatan edukasi tersebut. Menurutnya, sosialisasi memberikan manfaat bagi remaja di Dusun Jetak dan Sunogiri karena memberikan pemahaman mengenai berbagai dampak pernikahan dini.

“Dengan sosialisasi ini kita bisa memberikan informasi bahwa pernikahan dini ini tidak boleh dilakukan karena banyak hal negatif jika tidak dipersiapkan dengan baik,” ujar Nadya.

Ia mengatakan, dalam beberapa waktu terakhir angka pernikahan dini di wilayah tersebut telah mengalami penurunan. Namun, masih adanya kasus membuat edukasi kepada remaja tetap diperlukan.

Menurut Nadya, sosialisasi juga membantu remaja memahami konsekuensi dari keputusan menikah tanpa persiapan yang memadai.

“Dari edukasi ini mereka memahami dampak negatif yang terjadi, sehingga mereka tidak akan melakukan hal tersebut,” jelasnya.

Tambah Wawasan Remaja

Respons positif juga disampaikan Ratna, salah satu peserta sosialisasi. Ia menilai kegiatan tersebut membantu remaja memperoleh wawasan mengenai pernikahan dini dan berbagai konsekuensinya.

“Sangat membantu, apalagi di lingkungan Desa Jetak dan Sunogiri ini banyak sekali anak-anak yang putus sekolah, jadi wawasan mereka kurang terkait hal-hal tersebut,” ungkap Ratna.

Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa edukasi kepada remaja menjadi bagian penting dalam membantu mereka memahami pilihan dan konsekuensi kehidupan. Dengan wawasan yang memadai, remaja diharapkan mampu mempersiapkan masa depan melalui pendidikan, pengembangan diri, dan perencanaan kehidupan yang lebih matang. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 14/08/2026 17:38
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu