Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

KKN-P Umsida Edukasi Warga Ngadiwono Cegah ISPA dan Hipertensi

Iklan Landscape Smamda
KKN-P Umsida Edukasi Warga Ngadiwono Cegah ISPA dan Hipertensi
KKN-P Umsida Edukasi Warga Ngadiwono Cegah ISPA dan Hipertensi. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Udara dingin kawasan pegunungan Tengger menjadi perhatian Tim Kuliah Kerja Nyata-Pencerah (KKN-P) Kelompok 25 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida). Bersama layanan Posyandu setempat, mahasiswa memberikan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pencegahan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), serta sosialisasi dan pemeriksaan hipertensi kepada warga Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Rabu (12/8/2026).

Desa Ngadiwono berada di kawasan dataran tinggi Pegunungan Tengger. Kondisi alam yang asri dengan udara sejuk menjadi salah satu potensi desa. Namun, suhu udara yang relatif rendah juga perlu diimbangi dengan perhatian terhadap kesehatan, terutama gangguan saluran pernapasan seperti ISPA.

Selain itu, hipertensi masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang perlu diperhatikan, khususnya di kalangan lanjut usia (lansia).

Edukasi ISPA dan Hipertensi

Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKN-P Kelompok 25 Umsida memberikan edukasi kesehatan terpadu kepada masyarakat. Kegiatan dimulai dengan membantu pelayanan Posyandu rutin.

Tim KKN-P berbagi tugas dengan para kader desa, mulai dari membantu proses pendaftaran warga, pembagian konsumsi, penimbangan berat dan pengukuran tinggi badan balita, hingga mendampingi pemeriksaan tekanan darah bagi lansia.

Di sela pelayanan kesehatan, mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan edukasi mengenai ISPA dan hipertensi secara interaktif. Cara ini dilakukan agar informasi kesehatan dapat diterima warga secara langsung tanpa mengganggu pelayanan Posyandu.

Penanggung jawab program kerja bidang kesehatan KKN-P Kelompok 25, Cindy Amelia, menjelaskan bahwa edukasi tersebut dirancang berdasarkan hasil pengamatan lapangan dan kondisi lingkungan Desa Ngadiwono.

Menurutnya, pemahaman masyarakat mengenai pencegahan penyakit pernapasan dan pentingnya pemantauan tekanan darah masih perlu ditingkatkan.

“Desa Ngadiwono berada di wilayah dataran tinggi dengan suhu udara yang cenderung dingin, sehingga sosialisasi PHBS dan ISPA ini menjadi sangat krusial sebagai langkah pencegahan sejak dini,” tuturnya.

Berdasarkan informasi dari Puskesmas setempat, edukasi khusus mengenai ISPA sebelumnya belum pernah dilakukan di Desa Ngadiwono.

SMPM 5 Pucang SBY

“Selain itu, kami juga memberikan sosialisasi serta pemeriksaan hipertensi karena angka kasus hipertensi di Desa Ngadiwono tergolong masih tinggi, terutama di kalangan lansia,” jelas Cindy di lokasi kegiatan.

Desa Ngadiwono Sambut Program Kesehatan

Program kesehatan yang dilakukan mahasiswa KKN-P Umsida mendapat sambutan positif dari tenaga kesehatan desa. Bidan Desa Ngadiwono, Ayu, menilai kehadiran mahasiswa memberikan nilai tambah dalam pelayanan kesehatan masyarakat.

“Kegiatan ini sangat bagus dan bermanfaat. Selama ini mahasiswa KKN yang datang biasanya hanya sebatas melakukan pengecekan kesehatan dan pembagian obat-obatan. Belum ada yang memberikan sosialisasi khusus mengenai pencegahan ISPA. Edukasi seperti ini dibutuhkan oleh warga kami,” ujarnya.

Manfaat kegiatan juga dirasakan warga yang mengikuti pelayanan Posyandu. Sugiati, salah seorang warga Desa Ngadiwono, mengaku senang dan terbantu dengan pendampingan mahasiswa KKN-P dalam pemeriksaan kesehatan.

“Saya merasa senang dan sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Saya selalu berusaha hadir ke Posyandu supaya tahu berat badan dan bisa memantau kesehatan diri,” tuturnya.

Hal serupa disampaikan Asih, salah satu kader Posyandu Desa Ngadiwono. Menurutnya, pendampingan mahasiswa membantu kelancaran pelayanan Posyandu di lapangan.

“Bantuan dan pendampingan dari anak-anak KKN Umsida sangat membantu operasional kami di lapangan. Harapan kami, melalui edukasi dan pendekatan yang dilakukan mahasiswa, kesadaran dan minat warga untuk hadir ke Posyandu semakin meningkat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, KKN-P Kelompok 25 Umsida tidak hanya membantu pelayanan Posyandu, namun juga mendorong masyarakat untuk lebih memahami pentingnya PHBS, mengenali risiko ISPA, serta melakukan pemantauan tekanan darah secara rutin. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 14/08/2026 17:46
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu