Murid Sekolah Dasar Muhammadiyah 2 Bojonegoro (SD Mudabo) Kampus Sumodikaran mengikuti pembelajaran kepondokan di gazebo sekolah, Kamis (13/8/2026) malam. Kegiatan tersebut menggunakan pendekatan outdoor learning untuk menghadirkan suasana berbeda dalam pembelajaran hadis dan adab keislaman.
Pembelajaran berlangsung di area hijau Kampus Sumodikaran yang dikelilingi pepohonan dan tanaman. Para murid duduk melingkar mengelilingi ustaz pengampu di gazebo sambil mengikuti materi dalam suasana yang lebih santai dibandingkan pembelajaran di dalam kelas.
Materi utama pada pembelajaran malam tersebut adalah pendalaman, pemahaman arti, dan penghafalan hadis-hadis pilihan serta adab keislaman. Selain menghafalkan hadis, murid juga diajak memahami pesan yang terkandung di dalamnya dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.
Ustaz Syakir, pengampu materi kepondokan SD Mudabo, menjelaskan pembelajaran di ruang terbuka menjadi salah satu cara untuk memberikan suasana belajar yang berbeda bagi murid setelah mengikuti aktivitas pembelajaran formal sejak pagi.
“Melalui suasana yang sejuk di gazebo ini, murid-murid tidak hanya sekadar menghafal dan menerjemahkan hadis, tetapi juga diajak mendiskusikan implementasi pesan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya di sela kegiatan.
Menurutnya, suasana belajar yang berbeda dapat memberikan pengalaman kepada murid untuk mengikuti pembelajaran agama secara lebih rileks. Interaksi antara ustaz dan murid juga dapat berlangsung secara lebih dekat selama proses pembelajaran.
Murid Lebih Nyaman Belajar di Ruang Terbuka
Pendekatan outdoor learning tersebut mendapat respons positif dari murid. Mereka mengikuti pembelajaran sambil menikmati suasana area hijau sekolah.
Gaza, murid kelas II SD Mudabo, mengaku lebih nyaman mengikuti pembelajaran agama di gazebo. Menurutnya, keberadaan pepohonan dan suasana yang sejuk membuat kegiatan menghafal hadis terasa lebih menyenangkan.
“Suasananya sejuk, banyak pohon dan tidak membuat mengantuk. Menghafal hadis jadi lebih cepat diingat,” ungkapnya.
Selain pembelajaran hadis, kegiatan di area terbuka tersebut juga dimanfaatkan untuk mengenalkan kepedulian terhadap lingkungan. Ustaz dan ustazah menyisipkan pesan mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan merawat lingkungan sebagai bagian dari pembiasaan karakter murid.
Pesan tersebut diberikan agar murid tidak hanya memahami nilai-nilai keislaman melalui materi pembelajaran, tetapi juga membiasakan perilaku menjaga lingkungan di sekitar mereka.
Pemanfaatan gazebo dan area hijau Kampus Sumodikaran menjadi salah satu bentuk variasi pembelajaran kepondokan yang dilakukan SD Mudabo. Lingkungan sekolah tidak hanya digunakan sebagai tempat kegiatan belajar di dalam kelas, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung kepada murid.
Melalui kegiatan tersebut, murid diharapkan dapat memahami hadis dan adab keislaman tidak sekadar melalui hafalan, tetapi juga melalui pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran di ruang terbuka juga memberikan kesempatan kepada murid untuk belajar dalam suasana yang lebih dekat dengan lingkungan sekitar.
Kegiatan pembelajaran kepondokan tersebut menjadi bagian dari upaya SD Mudabo Kampus Sumodikaran dalam menghadirkan proses pendidikan agama yang variatif. Dengan memadukan pemahaman materi, hafalan, diskusi, dan pembiasaan menjaga lingkungan, sekolah berupaya menjadikan pembelajaran keislaman lebih dekat dengan pengalaman keseharian murid. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments