Suara lantang dan penuh semangat terdengar dari panggung lomba Pildacil FASHMU 2 Majelis Tabligh PWM Jawa Timur, (4/10/2025)
Di balik suara itu, berdiri sosok bocah berusia 12 tahun yang memancarkan keteguhan dan kecintaan pada dakwah.
Ia adalah Muhammad Habibi Hidayatullah, siswa MI Muhammadiyah 05 Klagen, Maduran, Lamongan.
Habibi lahir di Lamongan pada 16 September 2013 dari pasangan Shidiq S.Pd, M.Pd dan Sri Wati.
Sejak kecil, ia tumbuh di lingkungan keluarga pendakwah Muhammadiyah yang menanamkan nilai-nilai keislaman dan semangat perjuangan. Tak heran jika kesehariannya dikenal aktif, ceria, murah senyum, serta pandai bersosialisasi dengan teman dan lingkungan sekitar.
Sejak menempuh pendidikan di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Klagen, Habibi sudah menunjukkan ketertarikan pada dunia dakwah. Kini, di bangku MI Muhammadiyah 05 Klagen, bakatnya kian terasah.
Tak hanya unggul di bidang akademik, Habibi juga menonjol di berbagai kegiatan non-akademik, seperti lomba Pildacil, mengaji, menjadi dirigen, hingga menari.
Dalam ajang Festival Anak Sholeh Muhammadiyah (Fashmu) 2, Habibi tampil dengan tema “Cinta Tanah Air Bersama Muhammadiyah.”
Ia mengangkat pesan tentang pentingnya dakwah dan peran Muhammadiyah dalam membangun bangsa. Dengan persiapan matang belajar dengan sungguh-sungguh dan konsisten, Habibi berhasil memikat dewan juri hingga meraih Juara Spesial Award ke-6 dalam ajang bergengsi tersebut.
Baginya, mengikuti lomba Pildacil bukan semata untuk meraih penghargaan, melainkan untuk mencari ilmu dan pengalaman. “Habibi ingin menjadi guru dan pendakwah Muhammadiyah,” ujar orang tuanya dengan bangga.
Menurut sang ayah, Habibi dikenal dermawan, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki semangat belajar tinggi. Saat diumumkan sebagai juara, keluarga tak kuasa menahan rasa haru dan syukur. “Kami sangat senang dan bersyukur kepada Allah Swt atas prestasi yang diraih anak kami di Fashmu 2 ini,” ungkapnya.
Dengan semangatnya yang tak pernah padam, Habibi Hidayatullah menjadi teladan kecil bagi teman-temannya, bahwa berdakwah dan mencintai tanah air bisa dimulai sejak usia dini, bersama Muhammadiyah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments