
PWMU.CO – Sebuah prestasi tingkat nasional berhasil didapatkan oleh salah satu guru SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik, Jawa Timur. Fidyah Izzul Islami SPd guru pendamping kelas IV Permata berhasil meraih penghargaan “100 Besar Cerpen Terbaik Nyalanesia”.
Kompetisi menulis yang diselenggarakan oleh Nyalanesia. Nyalanesia yaitu sebuah startup pengembang program literasi sekolah terpadu, yang memfasilitasi siswa dan guru untuk menerbitkan buku, mendapatkan pelatihan dan sertifikasi kompetensi, serta akses pada program-program apresiasi.
Prestasi itu diumumkan oleh panitia pada Sabtu (24/05/2025) di Balai Kota Surakarta dalam Puncak Acara FLN (Festival Literasi Nasional) 2025. Dalam rangkaian acara yang berlangsung tiga hari itu, terdapat berbagai jenis kegiatan. Mulai dari gala dinner, seminar nasional, pementasan seni budaya, gelar karya, bazar buku, peluncuran buku, dan ditutup dengan Nyala Tour di Rumah Atsiri Solo.
Dalam puncak acara FLN 2025, SDMM diwakili oleh dua guru dan tiga siswa. Mereka adalah Aisyah Nareswari Oktania (kelas 4 Safir), Cuya Farhanah Anwar (kelas 4 Permata), dan Athiyah Fahitah (kelas 6 Adam Malik).
Ketiganya merupakan siswa berprestasi dalam bidang literasi, dan didampingi oleh dua pustakawan dari Perpustakaan Hachi SDMM yaitu Ir Siti Faizah dan Kazue Salsabella Rachelinda SPd.
Cerpen Semua Pasti Bisa
Cerpen yang ditulis yaitu sebuah cerita pendek tentang pengalaman pribadi dengan tema semua pasti bisa.
Sementara itu ditemui oleh kontributor PWMU.CO, Fidy panggilan akrabnya menceritakan bahwa cerpen yang berjudul “Ups, salah masuk ini menceritakan tentang perjalanan seorang mahasiswi yang penuh liku saat mencoba pulang kampung. Awalnya, ia berencana pulang pagi, tetapi harus menunda kepulangan karena ada latihan baca puisi dan janji konsultasi tugas dengan dosennya, Pak Dito.
Penantian untuk konsultasi ternyata tidak berjalan mulus, Pak Dito menunda pertemuan hingga siang, bahkan akhirnya membatalkannya dan meminta untuk dilanjutkan keesokan hari. Hal ini membuat sang mahasiswi kecewa dan memutuskan untuk segera pulang.
Perjalanan pulangnya pun diwarnai berbagai kendala. Ia sempat terjebak macet parah dan salah menaiki bus, membuatnya tersasar di tempat asing pada malam hari. Ketakutan dan kegelisahan sempat melanda, namun ia berusaha tegar dan berdoa.
Berkat kegigihannya dan bantuan angkutan umum yang menuju terminal tujuan, serta dukungan dari sang ayah yang rela menjemput. Cerpen ini menyadarkannya akan pentingnya manajemen waktu dan nilai sebuah perjuangan. Dan jika kita mau berusaha dan berdoa pasti semua rintangan pasti bisa dilalui. (*)
Penulis Muhammad Ilham Yahya Editor Amanat Solikah





0 Tanggapan
Empty Comments