Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Cooking Collaboration Show antara SMP Muhammadiyah 8 Batu dan Attarkiah Islamiah Institute

Iklan Landscape Smamda
Cooking Collaboration Show antara SMP Muhammadiyah 8 Batu dan Attarkiah Islamiah Institute
pwmu.co -
 Foto bersama setelah kolaborasi memasak. (Istimewa/PWMU.CO)
Foto bersama setelah kolaborasi memasak. (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Suasana aula utama Attarkiah Islamiah Institute tampak berbeda pada Rabu siang (19/6/2025). Area kantin sekolah semakin semarak dengan adanya para siswa yang mengikuti Cooking Collaboration Show, salah satu acara dalam rangkaian Student Exchange Program antara SMP Muhammadiyah 8 Batu (MUDEBA) dan Attarkiah Islamiah Institute (AIINT).

Acara ini menjadi ajang kolaborasi lintas budaya yang melibatkan siswa MUDEBA, mahasiswa magang FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), serta siswa dan guru dari AIINT. Mereka bahu-membahu menyiapkan menu kolaboratif yang menyatukan kekayaan kuliner Indonesia dan Thailand Selatan, baik dari segi bahan, teknik memasak, maupun cita rasa.

Rangkaian Student Exchange

Siswa Attarkiah membuat olahan kue. (Istimewa/PWMU.CO)
Siswa Attarkiah membuat olahan kue. (Istimewa/PWMU.CO)

Para peserta tampak antusias mengikuti proses memasak mulai dari persiapan bahan hingga penyajian makanan. Menu dari Thailand yang disuguhkan adalah Miang Pla Too (hidangan ikan kembung dengan daun dan sambal khas) dan Kha-nom Luem Klien (kue tradisional manis berisi kelapa). Sementara dari Indonesia, para siswa memasak Nasi Goreng Ayam dan Mie Nyemek, dua hidangan favorit masyarakat.

Meskipun sebagian peserta belum pernah memasak sebelumnya, suasana kebersamaan dan semangat kerja sama membuat semua menjadi “chef dadakan” bekerja keras menghasilkan sajian terbaik mereka.

Salah satu siswa, Shaka, tampak sambil browsing mencari referensi, memastikan nasi goreng yang ia masak sesuai dengan ketentuan. Sementara itu, Belva dan Chelsea, mengingat-ingat cara masak mie nyemek yang ia pelajari dari orang tuanyadi rumah.

Keseruan acara ini juga mendapat perhatian media lokal. Radio Attar 104 FM, serta akun resmi media sosial sekolah Attarkiah turut meliput kegiatan ini secara langsung. Direktur IRO AIINT, Adul Leesen, yang turut hadir dan mencicipi hasil masakan, memberikan komentar singkat namun penuh makna: “Sedaaap,” katanya sambil menyantap mie goreng hasil kolaborasi antarsiswa dua negara. Sambil bernostalgia dia sering makan makanan tersebut ketika di Indonesia.

Aisyah Roding, Koordinator Student Exchange AIINT, mengaku terkesan dengan antusiasme para siswa.

“Mereka menikmati setiap proses—mulai dari menyiapkan bahan, meracik bumbu, hingga menyajikan dan menikmati hasilnya. Ini bukan hanya tentang memasak, tapi tentang belajar hidup bersama,” tuturnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Kepala SMP Muhammadiyah 8 Batu, Windra Rizki, juga menilai acara ini sangat positif.

“Ini bukan sekadar memasak, tapi membangun jembatan persahabatan. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa digelar rutin sebagai bentuk penguatan hubungan dua negara,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Nur Widodo, dosen pendamping dari UMM. Menurutnya, kegiatan ini memberi ruang bagi anak-anak untuk mengeksplorasi kemampuan terpendam, mengembangkan kreativitas, keterampilan komunikasi, dan membangun kerja tim.

Dari sebuah acara yang tampak sederhana, Cooking Collaboration Show membuktikan bahwa memasak bisa menjadi ruang diplomasi budaya, tempat lahirnya rasa hormat, kolaborasi, dan persahabatan yang tulus. (*)

Penulis Khoen Eka/Windra Editor Amanat Solikah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu