Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dai Muhammadiyah Ingatkan Salat sebagai Hadiah Terindah dalam Kajian Isra Mikraj di Sunrise Mall Mojokerto

Iklan Landscape Smamda
Dai Muhammadiyah Ingatkan Salat sebagai Hadiah Terindah dalam Kajian Isra Mikraj di Sunrise Mall Mojokerto
Ustaz Firdaus saat mengisi Kajian Spesial Isra Mikraj di pelataran Matahari, Sunrise Mall, Mojokerto. Foto: Istimewa.
pwmu.co -

Dai Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat sekaligus alumnus Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang juga aktif mengajar di SMK Muhammadiyah 1 Kemlagi, Mojokerto, Ustaz Firdaus, mengisi Kajian Spesial Isra Mikraj di pelataran Matahari, Sunrise Mall, Mojokerto, Jumat pagi (23/1/2026).

Di tengah deretan etalase pakaian dan aktivitas belanja, puluhan jamaah tampak khusyuk mengikuti kajian tersebut. Kehadiran dakwah di ruang publik modern ini menjadi bukti bahwa syiar Islam mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

Dalam tausiyahnya, Ustaz Firdaus menekankan bahwa oleh-oleh paling berharga dari perjalanan agung Isra Mikraj adalah ibadah salat. Ia mengajak jamaah untuk merekonstruksi cara pandang mereka terhadap ibadah wajib tersebut.

“Salat itu adalah hadiah. Jika kita sudah memahami bahwa salat adalah pemberian spesial dari Allah, maka mentalitas kita dalam menjalankannya akan berubah total,” ujar pria yang juga pendiri komunitas Dulur Suargo ini.

Lebih lanjut, Ustaz Firdaus memaparkan dua mentalitas utama yang harus dimiliki seorang mukmin dalam melaksanakan salat.

Pertama, perasaan senang, yakni hati yang dipenuhi kebahagiaan saat menyambut panggilan salat, layaknya seseorang menerima kado istimewa, bukan justru merasa terbebani.

Kedua, keinginan untuk terus mengulang karena salat yang menghadirkan kenikmatan spiritual akan menumbuhkan kerinduan untuk senantiasa mengulanginya tanpa rasa bosan.

Ustaz Firdaus juga menjelaskan bahwa di tengah tekanan hidup masyarakat urban yang serba cepat dan penuh hiruk pikuk, salat hadir sebagai pelipur lara sekaligus obat bagi berbagai bentuk kesedihan.

Menurutnya, salat menjadi ruang bagi seorang hamba untuk sejenak berhenti dari riuhnya dunia, guna mendekat dan bermunajat kepada Sang Khaliq.

“Saat beban hidup terasa berat dan kesedihan menyapa, salat adalah obatnya. Salat menjadi sarana bagi jiwa untuk memperoleh ketenangan dan kembali menemukan kekuatan,” tuturnya di hadapan jamaah yang memadati area mal.

Langkah Matahari Mall menggandeng Dai Muhammadiyah dinilai sebagai inisiatif positif dalam menghadirkan dakwah kultural. Hal ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam yang mencerahkan tetap relevan untuk disampaikan di berbagai ruang publik, termasuk pusat perbelanjaan.

Melalui kajian tersebut, diharapkan para pegawai tidak hanya menyelesaikan aktivitas kerja, tetapi juga membawa pulang ketenangan batin serta pemahaman baru bahwa salat merupakan anugerah terindah yang patut dijaga dan dijalani dengan penuh kegembiraan. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu