Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dakwah sebagai Jalan Pembebasan: Pesan Penting KH Tafsir di Rakornas LDK PP Muhammadiyah

Iklan Landscape Smamda
Dakwah sebagai Jalan Pembebasan: Pesan Penting KH Tafsir di Rakornas LDK PP Muhammadiyah
Dr. KH. Tafsir, M. Ag, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah memberikan sambutan Inspiratif kepada para peserta RAKORNAS II LDK PP Muhammadiyah di UNIMUS. (Afuw Elkhoir/PWMU.CO)
pwmu.co -

Dakwah tidak selalu dimulai dari mimbar tinggi atau ruang-ruang yang nyaman. Kadang ia justru menemukan maknanya ketika berani hadir di tempat-tempat yang sunyi dari sapaan, di ruang sosial yang sering dijauhi, bahkan di lorong-lorong gelap kehidupan manusia.

Pesan inilah yang mengemuka dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) II Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Semarang. Kamis, (29/1/2026).

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Dr. KH Tafsir, M.Ag., menegaskan bahwa dakwah Muhammadiyah harus tampil sebagai gerakan yang membumi. Dakwah tidak boleh berhenti pada wacana normatif, tetapi harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang sosial, status, maupun kondisi kemanusiaan.

Menurut KH Tafsir, esensi dakwah terletak pada keberanian menyapa manusia apa adanya. Dai Muhammadiyah, kata dia, tidak boleh memilih-milih objek dakwah hanya karena alasan kenyamanan atau citra. Justru di ruang-ruang sosial yang sering dihindari itulah dakwah diuji keikhlasannya.

“Dakwah itu bukan soal siapa yang paling siap menerima, tetapi siapa yang paling membutuhkan sentuhan,” ungkapnya.

Ia lalu berbagi pengalaman pribadi yang membekas dalam perjalanan dakwahnya. Saat masih menjabat sebagai Sekretaris Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah, Tafsir memilih untuk hadir dan menyapa komunitas waria. Langkah itu, menurutnya, bukan keputusan yang populer, tetapi lahir dari kesadaran bahwa mereka adalah kelompok yang paling sering dimarjinalkan dan jarang disentuh dakwah.

“Mereka ini jarang disapa. Padahal justru di sanalah dakwah diuji. Dakwah itu menyapa dari lorong gelap sampai lorong gemerlap,” tuturnya.

Pembebasan

Pengalaman tersebut, lanjut Tafsir, mengajarkannya bahwa dakwah bukan tentang menghakimi, melainkan tentang membuka ruang dialog dan menghadirkan harapan. Dakwah yang membumi adalah dakwah yang memanusiakan manusia, sekaligus menghidupkan kesadaran untuk berubah secara perlahan dan bermartabat.

Namun, keberanian saja tidak cukup. KH Tafsir menekankan pentingnya pengelolaan dakwah yang terorganisasi dengan baik. Nilai-nilai Islam yang benar, menurutnya, harus disampaikan melalui sistem yang rapi, terstruktur, dan berkelanjutan agar mampu memberi dampak nyata.

“Kebenaran yang tidak terorganisasi bisa kalah dengan kebatilan yang terorganisir,” tegasnya.

Karena itu, ia menilai Rakornas II LDK PP Muhammadiyah sebagai momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi dakwah komunitas. Forum ini menjadi ruang menyatukan visi, menguatkan jejaring dai, serta merumuskan strategi dakwah yang lebih inklusif dan relevan dengan tantangan sosial zaman.

KH Tafsir berharap, dakwah Muhammadiyah ke depan semakin berani turun ke akar persoalan masyarakat. Dakwah harus hadir sebagai jalan pembebasan, yang mengangkat martabat manusia dan menyalakan harapan, siapa pun dan di mana pun mereka berada.

“Jika dakwah ingin hidup, maka ia harus berani hidup bersama realitas umat,” pungkasnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu