Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dakwah yang Hidup dan Menghidupkan: Safari Ramadan Kreatif Santri Mudipat Porong Menyapa Umat

Iklan Landscape Smamda
Dakwah yang Hidup dan Menghidupkan: Safari Ramadan Kreatif Santri Mudipat Porong Menyapa Umat
Tim dakwah organizer SMP Muhammadiyah 4 Boarding School Porong Sidoarjo dalam edisi Safari Ramadan 1447. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Ramadan tahun ini terasa berbeda. Bukan hanya karena suasana ibadah yang semakin hangat, tetapi juga karena hadirnya semangat muda yang bergerak, menyapa, dan menghidupkan masjid-masjid dengan cara yang tak biasa.

Di tengah denyut aktivitas Ramadan 1447 H, SMP Muhammadiyah 4 Boarding School Porong kembali menunjukkan konsistensinya melalui program Safari Ramadan. Sebuah gerakan dakwah yang tidak hanya hadir sebagai rutinitas tahunan, tetapi sebagai ruang tumbuh bagi para santri untuk belajar langsung di tengah masyarakat.

Empat tim Dakwah Organizer diterjunkan. Mereka bukan sekadar datang untuk berceramah, tetapi membawa konsep dakwah yang segar dan terstruktur. Setiap tim terdiri dari Master of Game, Muballigh Muda, Master of Training, hingga pendongeng—semuanya adalah siswa SMP Mudipat Porong yang telah dipersiapkan untuk menghidupkan suasana dakwah dengan pendekatan yang kreatif dan menyenangkan.

Langkah mereka tidak berhenti di sekitar Porong. Dakwah itu meluas—menyapa jamaah di wilayah Krembung, Tanggulangin, hingga Kabupaten Pasuruan. Masjid demi masjid, musala demi musala, menjadi saksi bagaimana anak-anak muda ini belajar sekaligus mengabdi.

Perjalanan itu dimulai sejak 23 Februari 2026 di Masjid Mujahidin Wangkal, Krembung. Dilanjutkan 28 Februari di Masjid Al Falah, Gempol, Pasuruan. Lalu 2 Maret di Masjid Nurut Taqwa, Tanggulangin. Hingga puncaknya pada 10 Maret 2026, saat mereka berkolaborasi bersama TK Aisyiyah Bustanul Athfal 1 Porong dalam kegiatan sosial bersama saudara yatim.

Menariknya, Safari Ramadan ini tidak dikemas dengan cara biasa. Para santri TPQ yang hadir tidak hanya mendengarkan ceramah, tetapi diajak terlibat aktif melalui games islami, kajian remaja, hingga konsep Silent Ifthar—sebuah pengalaman berbuka puasa dalam suasana hening, penuh kesadaran, dan rasa syukur.

Di sinilah dakwah terasa berbeda. Tidak menggurui, tetapi menyentuh. Tidak monoton, tetapi menghidupkan.

Menurut Kepala SMP Mudipat Porong, Rozaq Akbar, kegiatan ini bukan sekadar program, tetapi proses pembentukan karakter.

“Kami ingin menanamkan bahwa dakwah bukan hanya soal berbicara di depan, tetapi tentang menghadirkan kebersamaan dan pengalaman spiritual yang berkesan. Silent Ifthar menjadi ruang bagi mereka untuk belajar mindful, bersyukur, dan merasakan kepercayaan yang melahirkan tanggung jawab sosial,” ungkapnya.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Di balik panggung-panggung sederhana itu, ada cerita yang lebih dalam. Tentang keberanian yang tumbuh perlahan. Tentang rasa gugup yang berubah menjadi percaya diri.

Kajian dengan Metode Berkisah

Seperti yang dirasakan Rafandra Aqlan Lazuardi, salah satu Muballigh Muda. Di Masjid Al Falah Gempol, ia menyampaikan kajian menjelang berbuka dengan metode berkisah, bahkan menggunakan boneka tangan sebagai media dakwah. Cara yang sederhana, tetapi mampu mencairkan suasana dan mendekatkan pesan kepada anak-anak.

“Awalnya grogi,” ujarnya sambil tersenyum, “tapi setelah beberapa kali tampil, jadi lebih percaya diri. Seru banget bisa berbagi ilmu sambil bermain dan belajar bersama adik-adik TPQ.”

Dari sini terlihat, Safari Ramadan bukan hanya tentang menyampaikan pesan kepada masyarakat, tetapi juga tentang membentuk diri para santri itu sendiri. Mereka belajar berkomunikasi, beradaptasi, dan memahami realitas sosial secara langsung.

Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi jembatan yang menghubungkan dunia pesantren dengan kehidupan masyarakat. Dakwah tidak lagi terasa jauh, tetapi hadir dekat, hangat, dan relevan.

Safari Ramadan Mudipat Porong akhirnya bukan sekadar perjalanan dari satu tempat ke tempat lain. Ia adalah perjalanan nilai—dari ilmu menuju amal, dari pembelajaran menuju pengabdian.

Harapannya sederhana, namun dalam: agar semangat ini terus tumbuh. Agar semakin banyak generasi muda yang tidak hanya pandai, tetapi juga peduli. Tidak hanya belajar, tetapi juga memberi. Karena di tangan mereka, dakwah bukan lagi sekadar kata— tetapi gerakan nyata yang hidup dan menghidupkan. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡