Suara merdu Muhammad Ilham Mulyadi menggema indah di ajang Festival Anak Shaleh Muhammadiyah (Fashmu) 2 Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Sabtu (4/10/2025) di Universitas Muhammadiyah Surabaya.
Santri asal Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan ini berhasil menyabet Juara 1 Lomba Adzan tingkat provinsi, mengharumkan nama Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah dan daerahnya.
Perjalanan Ilham Mulyadi menuju podium juara bukanlah hal yang singkat. Ia harus melalui berbagai tahap seleksi. Awalnya, ia mengikuti seleksi internal di Pondok Al Mizan, kemudian berhasil mewakili Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Lamongan, lalu melaju ke Fashmu tingkat PDM Lamongan dan berhasil menjadi juara 1. Kemenangan itu mengantarkannya mewakili Lamongan di ajang Fashmu tingkat wilayah.
Imam dan Muadzin
Lahir di Jakarta, 12 Juni 2009, Ilham adalah putra dari pasangan Sarjono dan Fitri yang kini menetap di Dusun Payaman, Desa Kuripan, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan.
Sejak kecil, ia sudah menunjukkan ketertarikannya pada dunia adzan dan tilawah. Hobinya adalah mengaji dan mengumandangkan adzan, dua hal yang kini menjadi bagian dari kesehariannya sebagai santri yang tekun dan berdisiplin.
Perjalanan pendidikan Ilham dimulai di SDN Kuripan, berlanjut ke SMP Muhammadiyah 1 Babat, dan kini ia menimba ilmu di Madrasah Aliyah Muhammadiyah (MAM) 9 Al Mizan Lamongan.
Dalam kesehariannya, Ilham dikenal sebagai santri yang rajin, sopan, dan memiliki semangat belajar tinggi. Ia memanfaatkan waktu luangnya untuk memuroja’ah hafalan dan berlatih adzan, sebuah kebiasaan yang sudah melekat kuat dalam dirinya.
“Saya sudah terbiasa mengumandangkan adzan sejak kecil, jadi ikut lomba adzan ini seperti bagian dari keseharian saya,” ujar Ilham dengan senyum sederhana.
Menariknya, dalam lomba tersebut Ilham menggunakan nada adzan bergaya Syekh Dhiyauddin dari Aceh, muadzin yang pernah meraih juara 2 lomba adzan internasional tahun 2023. Teknik dan irama yang ia tiru ini berhasil memukau dewan juri dan para penonton.
Hafal 9 Juz Al-Qur’an
Tak hanya piawai dalam melantunkan adzan, Ilham juga telah menghafal sembilan juz al-Qur’an di Pondok Tahfidz Al Mizan. Ia menjadikan setiap waktu luang sebagai kesempatan untuk memperbanyak hafalan dan memperindah lantunan adzannya. “Saya ingin membanggakan orang tua dan menjunjung tinggi nama Al-Mizan,” ucapnya penuh haru.
Motivasi terbesarnya datang dari keinginan tulus untuk menjadi muadzin dan imam sholat di masa depan. Ia berharap suaranya bisa menjadi wasilah kebaikan dan panggilan hati bagi umat Islam.
Bakat suara yang indah dan sikapnya yang rendah hati membuat Ilham menonjol di antara teman-temannya. Para guru di pondok pun menyebutnya sebagai santri yang istimewa, bukan hanya karena prestasinya, tetapi juga karena keikhlasannya dalam beribadah.
Saat diumumkan sebagai juara 1 lomba adzan, Ilham tak kuasa menahan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, saya bisa membanggakan diri sendiri, orang tua, dan nama pondok. Semoga ini menjadi awal untuk lebih giat berlatih dan berdakwah lewat adzan,” katanya kepada PWMU.CO, Senin (6/10/2025).
Di akhir wawancara, Ilham menyampaikan harapannya yang begitu dalam: “Semoga Lamongan bisa menjadi daerah yang penuh dengan muadzin yang ikhlas, yang mengumandangkan adzan semata-mata karena Allah dan demi ridha-Nya.”
Sebuah pesan sederhana namun bermakna dari seorang muadzin muda yang suaranya tidak hanya memanggil manusia untuk shalat, tetapi juga mengajak mereka untuk lebih dekat dengan Allah. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments