
PWMU.CO — Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya (FK UM Surabaya) menyelenggarakan Koordinasi Penempatan Alumni di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan Amal Usaha Kesehatan Muhammadiyah, Senin (30/6/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor dan Wakil Rektor UM Surabaya, perwakilan Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU), Majelis Pembina Kesejahteraan Sosial (MPKS) PWM Jawa Timur, Majelis Kesehatan PWA Jawa Timur, serta para direktur Rumah Sakit Muhammadiyah/Aisyiyah (RSM/A) se-Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Rektor UM Surabaya yang juga menjabat sebagai Ketua MPKU PWM Jawa Timur, Dr. Mudakir S.Kep.Ns., M.Kep., menekankan pentingnya membangun sinergi antara perguruan tinggi Muhammadiyah dan amal usaha kesehatan milik persyarikatan.
Menurutnya, alumni tidak hanya menjadi representasi kualitas institusi, tetapi juga ujung tombak kaderisasi Muhammadiyah. Program penempatan alumni dinilai bukan sekadar solusi ketenagakerjaan, melainkan bentuk nyata kontribusi kader yang berintegritas dan berdaya saing.
Ia juga menegaskan bahwa UM Surabaya berkomitmen penuh mendukung program ini sebagai bagian dari penguatan peran dan keberlanjutan AUM di berbagai bidang.
Dalam paparan Ketua Prodi Profesi Dokter, dr M Perdana Airlangga SpJP dipresentasikan profil alumni FK UM Surabaya. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar alumni FK UM Surabaya telah menyelesaikan masa internship dan mulai mendapatkan STR.
Beberapa di antaranya sudah bergabung dengan berbagai Rumah Sakit Muhammadiyah di Jawa Timur. Hal ini menunjukkan antusiasme awal dalam program penempatan ini.
Namun, ia juga menyoroti adanya perbedaan persepsi antara alumni dan institusi AUM, khususnya terkait status kepegawaian. Oleh karena itu, fakultas mengambil langkah dengan membentuk program penempatan alumni yang lebih terstruktur.
Skema Penempatan Alumni sebagai Upaya Kaderisasi Muhammadiyah
Wakil Dekan II FK UM Surabaya, dr Laily Irfana SpS turut memaparkan secara rinci mengenai kebijakan Program Penempatan Alumni FK UM Surabaya di AUM. Program ini bersifat wajib bagi seluruh alumni sejak angkatan 2017, ditandai dengan penandatanganan kontrak penempatan sejak awal masuk kuliah.
“Tujuannya tak hanya untuk membantu alumni mendapatkan pekerjaan, tetapi juga sebagai bagian dari proses kaderisasi Muhammadiyah yang sistematis,” jelas dr. Laily.
Melalui forum koordinasi ini, FK UM Surabaya berharap semakin banyak alumni yang terserap di Amal Usaha Muhammadiyah dan dapat menjadi bagian dari struktur pelayanan kesehatan maupun sosial. Program ini tidak hanya menjadi jembatan antara lulusan dan lapangan kerja, tetapi juga penguatan nilai-nilai keislaman dalam kiprah profesional mereka.
“Sinergi ini kami harapkan mampu menciptakan ekosistem dakwah dan pelayanan umat yang terpadu dan berdampak luas,” pungkas dr Laily.
Penulis Rahma Ismayanti Editor Zahra Putri Pratiwig






0 Tanggapan
Empty Comments